Barabai, (Antaranews Kalsel) - Di tengah hiruk pikuk perekonomian yang tak menentu, keputusasaan seolah menjadi dilematika. Terkadang, kebutuhan dasar hidup manusia dikesampingkan. Termasuk dalam hal kesehatan.

Kini Pemerintah melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional JK-KIS mengubah paradigma tersebut. Program yang telah berjalan empat tahun ini memberikan cerita tersendiri di kehidupan wanita satu ini.

Zainatun namanya, wanita yang berasal dari Desa Bungur, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan ini berkisah mengenai pengalamannya menjadi Peserta JKN-KIS, Rabu (31/10).

"Dulu saya tidak berpikir sakit akan mendatangi saya. Namun seiring dengan bertambahnya usia, kesehatan jadi sesuatu hal yang berharga," curhatnya.

Setelah mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) beberapa tahun lalu, tidak pernah terbesit sedikitpun dibenaknya untuk menggunakan manfaat kartu itu.

"Tahun 2016 lalu, saya mendapatkan KIS dari pembakal. Katanya bisa dipakai kalau mau berobat. Saat itu, saya terima saja kartu tersebut dan tidak pernah berpikir untuk menggunakannya, karena selama ini jarang berobat," kata Zainatun.

Seiring berjalannya waktu, wanita yang sehari-hari bertani ini merasakan sakit pada perutnya. Sakit pada perutnya terkadang diabaikannya.

Beliau mengira hanya sakit perut pada umumnya namun lama kelamaan sakit perut yang dideritanya tidak kurun membaik dan hal tersebut mengantarkan Zainatun untuk berobat menggunakan KIS yang telah dimilikinya.

"Saya kemudian berobat ke Puskesmas Batumandi dimana saya terdaftar. Setelah berobat disana, sakit yang saya rasa tidak kunjung membaik. Akhirnya, dirujuklah ke poli penyakit dalam RSUD Balangan. Setelah diperiksa segala macam, dokter mengatakan ada pembekakan dalam usus yang mengharuskan saya untuk melakukan operasi," ungkapnya.

Akhirnya, Zainatun dirawat di RSUD Balangan dan dijadwalkan pada Hari Sabtu saat itu.

"Kata dokternya, sabtu akan dibedah untuk memperbaiki usus saya dan alhamdulillah seninnya sudah bisa pulang dan yang luar biasa lagi, operasi dan rawat inap yang saya jalani tanpa membayar biaya sedikitpun," jelas Zainatun.

Beliau merasa bersyukur sekali telah memiliki kartu tersebut. Karena dengan adanya KIS, Zainatun bisa terbebas dari penyakit yang mengganggunya saat ini.

"Alhamdulillah, saya terbantu dengan KIS, tidak bisa saya bayangkan kalau dirawat di rumah sakit tanpa kartu ini. Saya berterimakasih kepada BPJS, rumah sakit dan semuanya. Semoga kedepannya KIS akan selalu ada untuk membantu seluruh masyarakat," tutupnya.

Baca juga: Polisi Operasi Zebra hingga 12 November
Baca juga: Tim Wasev dari Pusterad Angkatan Darat Kontrol kegiatan TMMD di HST
Baca juga: KNPI HST nyatakan dukungan penolakan tambang pada hari sumpah pemuda
 

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018