Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencadangkan dana untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) provinsi setempat, yang dijadwalkan Tahun 2015 sebesar Rp130 miliar.
"Cadangan dana Pilkada itu perlu, agar pada saatnya tidak terlalu direporkan masalah pembiayaan," ujar Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, di Banjarmasin, Selasa.
"Namun penyediaan dana cadangan tersebut secara bertahap, selama tiga tahun anggaran atau bersifat tahun jamak," lanjutnya dalam rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin ketuanya Nasib Alamsyah.
Rapat paripurna DPRD Kalsel itu sendiri, juga dengan agenda penyampaian pejelasan Racanangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Dana Cadangan Dalam Rangka Pilkada 2015 tingkat provinsi tersebut.
Ia menyebutkan, cadangan dana Pilkada tahap pertama sebesar Rp40 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2012 provinsi Kalsel.
Kemudian tahap kedua Rp40 miliar direncanakan dari APBD Murni Tahun Anggaran (TA) 2013 dan ketiga sebesar Rp50 miliar dari APBD Murni Kalsel 2014.
Menurut dia, pihaknya sengaja menyediakan dana cadangan untuk penyelenggaraan Pilkada Kalsel 2015, karena tidak ingin berisiko, walau ada wacana perubahan dalam sistem pemilihan kepala daerah mendatang.
"Oleh karena itu, sebaiknya kita tetap berpedoman pada Undang-Undang yang berlaku agar tidak berisiko, terutama dalam kaitan penyediaan dana untuk penyelenggaraan Pilkada tersebut," demikian Rudy Ariffin.
Guna legalitas penyediaan dana cadangan untuk Pilkad Kalsel 2015 itu, DPRD provinsi setempat mulai membahas Raperdanya.
Di Kalsel yang terdiri 13 kabupaten/kota itu, pada Tahun 2015 selain pelaksanaan Pilkada tingkat provinsi, diantaranya ada tujuh daerah yang melaksanakan pesta demokrasi serupa.
Tujuh kabupaten/kota di Kalsel yang melaksanakan Pilkada secara bersamaan, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru.
 Enam kabupaten lainnya di Kalsel menyelenggarakan Pilkada dalam tahun atau waktu yang berbeda, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Barito Kuala (Batola), Tanah Laut (Tala), Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Tabalong./B/D
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012