Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 2.996 orang dinyatakan lulus ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan diterima sebagai calon mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tahun akademik 2018-2019.

Dengan hasil ini, ULM tinggal menyisakan kuota 1.325 kursi di jalur Mandiri dari total 6.317 kursi untuk mahasiswa baru tahun ini. Dimana sebelumnya sudah diterima juga 1.996 orang melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

"Jadi masih ada kesempatan untuk kuliah di ULM melalui jalur Mandiri yang dibuka hingga 10 Juli 2018. Untuk kuota Mandiri maksimal 30 persen, namun jika ada peserta yang lulus di SBMPTN tidak daftar ulang maka kursinya bisa ditambahkan ke jalur Mandiri," terang Ketua Panitia Lokal 75 Banjarmasin Prof Ahmad Alim Bachri, Selasa.

Terkait hasil kelulusan SBMPTN yang  dapat diakses melalui laman http://pengumuman.sbmptn.ac.id, Alim mengaku bersyukur karena daya tampung terpenuhi di 93 Program Studi dari 11 Fakultas di ULM.

Adapun fakultas yang paling banyak menampung mahasiswa, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 1.031 orang, disusul Fakultas Pertanian 298 orang dan Fakultas Kedokteran 288 orang.

Sedangkan dari 11.733 peserta yang mengikuti ujian SBMPTN lalu, Program Studi Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi paling ketat persaingannya, yakni hanya diterima 71 orang dari 1.600 peserta yang memilih Prodi tersebut.

"Prodi-Prodi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis memang rata-rata sangat banyak peminatnya disusul Kedokteran dan Farmasi serta Kedokteran Gigi," beber Alim mewakili Rektor ULM Prof Sutarto Hadi memberikan keterangan pers kepada wartawan. 

Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM ini juga mengungkapkan jika tahun ini peserta yang memilih Sosial dan Humaniora (Soshum) di ULM, menempati ranking 9 nasional untuk perolehan nilai hasil tes tertinggi.

Kemudian mulai tahun ini juga, ungkap Alim, semua mahasiswa baru diwajibkan mengikuti placement test di Pusat Bahasa yang bekerja sama dengan Cambridge University dalam rangka standarisasi Bahasa Inggris untuk menghasilkan alummi ULM yang berdaya saing global.

Berdasarkan hasil tes nanti, maka akan dilakukan treatment di Pusat Bahasa untuk memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa, sehingga diharapkan ketika akan menyesaikan studi bisa memperoleh sertifikat internasional dari Cambridge University

"Sertifikat kemahiran berbahasa Inggris ini bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri tanpa harus mengikuti tes lagi, sehingga lulusan ULM benar-benar leading competition," tandas Alim didampingi Kepala Biro Administrasi Akademik ULM Asrani.
(antarakalsel/foto/firman)
Sementara bagi calon mahasiswa baru yang lulus jalur SBMPTN termasuk pelamar Bidikmisi wajib mengisi dan melengkapi formulir yang mengunggah data dukung Uang Kuliah Tunggal  (UKT) secara online melalui laman http//ukt.ulm.ac.id dengan batas pengiriman formulir 4-12 Juli 2018.

Apabila sampai batas waktu tidak mengisi atau tidak submit, akan diberi sanksi berupa ketetapan UKT dengan tarif tertinggi.

Penyerahan pengembalian formulir yang bertanda tangan dan dilengkapi materai Rp 6.000 bersamaan dengan jadwal daftar ulang tanggal 17-20 Juli 2018 pada loket Biro Akademik dan Kemahasiswaan Rektorat ULM di Banjarmasin. Jika tidak melaksanakan daftar ulang hingga 20 Juli 2018, maka haknya sebagai calon mahasiswa ULM dinyatakan batal.

Namun sebelumnya, calon mahasiswa wajib mengikuti tes kesehatan dan Nafza pada tanggal 12, 13 dan 16 Juli 2018 di Fakultas Kedokteran ULM Banjarbaru.

Khusus Program Studi Fakultas Kedokteran, Program Studi Farmasi Fakultas MIPA, Fakultas Kedokteran Gigi serta PG-PSD dan PG-PAUD FKIP juga diharuskan mengikuti tes psikologi pada 12 dan 13 Juli 2018.

Pewarta: Firman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018