Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia (DPD PDI) Perjuangan Kalimantan Selatan (Kalsel) Haji Muhammad Syaripuddin atau yang akrab dengan sapaan Bang Dhin hadiri upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Jakarta.

"Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) DPD PDI Perjuangan dan kabupaten/kota hadiri upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Sekolah Partai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta," ujar Bang Dhin ketika dikonfirmasi, Senin. 

Ia menerangkan, jajaran KSB Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Kalsel juga menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta tersebut. 

Menurut dia, kehadiran jajaran struktural PDI Perjuangan Kalsel tersebut menjadi bagian dari komitmen partai dalam meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus pedoman perjuangan politik kerakyatan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebagaimana ditetapkan dalam pedoman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar konstitusional negara, tetapi juga kekuatan moral dan ideologis dalam menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan global dan nasional.  

Ia menegaskan, bahwa bagi PDI Perjuangan, Pancasila bukan sekadar teks sejarah, melainkan harus hidup dalam tindakan nyata, terutama dalam keberpihakan kepada rakyat kecil, petani, nelayan, buruh, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta masyarakat yang masih menghadapi ketimpangan pembangunan.

“Pancasila harus hadir dalam kerja politik sehari-hari. Tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menjadi napas perjuangan kader PDI Perjuangan dalam membela rakyat, menjaga persatuan, dan memastikan negara hadir bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Bang Dhin. 

Ia mengatakan, bahwa kehadiran KSB DPC se-Kalsel di Sekolah Partai merupakan momentum konsolidasi ideologis dan organisasi.

 Bang Dhin yang juga Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Kalsel berharap,, struktur partai di daerah harus semakin solid, disiplin, dan mampu menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam kerja-kerja konkret di tengah masyarakat.

“Dari Sekolah Partai ini, kami membawa pesan penting: kader PDI Perjuangan Kalsel harus turun ke bawah, mendengar suara rakyat, memperjuangkan keadilan sosial, dan menjaga kebhinekaan. Itulah wajah Pancasila yang sesungguhnya,” tegasnya.

Wakil rakyat yang juga pecinta bola itu menambahkan, Kalsel sebagai daerah dengan kekayaan sumber daya alam, keberagaman sosial, dan dinamika pembangunan yang terus bergerak membutuhkan kepemimpinan politik yang berpihak pada rakyat serta berlandaskan nilai Pancasila.

Menurutnya, sila keadilan sosial harus menjadi arah utama perjuangan pembangunan daerah, mulai dari pemerataan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, akses energi, perlindungan petani dan nelayan, hingga penguatan ekonomi rakyat.

“Tugas kita adalah memastikan Pancasila membumi di Kalsel. Pancasila harus terasa dalam kebijakan publik, dalam pelayanan kepada rakyat, dan dalam keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil,” lanjutnya.

Upacara Hari Lahir Pancasila di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader untuk memperkuat semangat gotong royong, nasionalisme, dan kesetiaan terhadap cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

M. Syaripuddin menegaskan bahwa DPD PDI Perjuangan Kalsel akan terus memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat akar rumput, sekaligus memastikan seluruh kader hadir sebagai pelopor persatuan, penjaga ideologi Pancasila, dan pejuang kepentingan rakyat.

“Pancasila adalah jalan perjuangan kita. Selama rakyat masih membutuhkan keadilan, selama ketimpangan masih ada, selama persatuan bangsa harus dijaga, maka kader PDI Perjuangan tidak boleh berhenti bergerak,” pungkas HM Syaripuddin.

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Sukarli


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026