Kandangan, (Antaranews Kalsel) - Sebagian warga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, akhir-akhir ini mulai kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite, meski sebelum beralih ke petralite mereka juga kesulitan  memperoleh premium.

Warga Kandangan Ari, di Kandangan, Senin (23/10), mengatakan, kesulitan mendapatkan jenis Pertalite mulai dirasakan dalam beberapa minggu terakhir, dikarenakan maraknya antrean di Stasiun Pengisihan Bahan Bakar Umum (SPBU) ataupun karena keterlambatan pengiriman.

"Mau beli bensin selalu kosong, karena kedahuluan pengantri yang lain, begitupun hingga pukul 11.00 Wita di salah satu SPBU di Kandangan masih tutup karena BBM masih dalam pengiriman,"katanya.

Dijelaskan dia, memilih untuk membeli Pertalite karena harganya lebih murah di banding di eceran, kalau dieceran per liter Pertalite di jual Rp8.500 sedangkan Pertamax dijual Rp9 ribu per liter.

Ia mengaku heran dengan kondisi yang terjadi, ketika mencoba menanyakan kekosongan tersebut terhadap petugas SPBU tidak ada yang memberikan jawaban jelas, tapi ketersediaan BBM di eceran malah banyak dengan harga lebih mahal.

Warga Kandangan lainnya, Fahmi, mengatakan, kekosongan BBM di SPBU seharusnya bisa diatasi segera, dengan antisipasi keperluan riil setiap harinya dan warga tidak harus menerima dampaknya.

"Banyak angkutan umum dan transfortasi warga terganggu karena harus menunggu atau antri, begitupun membeli di eceran mesti mengeluarkan biaya lebih sehingga menambah pengeluaran, "katanya.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Fathurrahman


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017