Barabai (ANTARA) - Jajaran Komisi II DPRD Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Mandingin dan Sungai Rangas menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait fenomena motor brebet (sendat-sendat) dan kelangkaan BBM.
"Kita ingin memastikan adanya keluhan motor brebet dan kondisi stok BBM di lapangan, serta menelusuri penyebab kekosongan yang berulang," kata Ketua Komisi II DPRD HST H Dudi Hermawan di Barabai, Rabu.
Baca juga: Puluhan sepeda motor alami "brebet" usai isi Pertalite di SPBU HST
Jajaran Komisi II DPRD yang hadir meliputi H Dudi Hermawan (PAN), Rislansyah (PKS), Syahrifani (PDI Perjuangan), Abdul Hakim (Demokrat), Hj Suryatin Hidayah (Golkar), Hj. Laila Irnawati (PKS), ditemui Manager SPBU Mandingin Purwadi dan Pengawas SPBU Sungai Rangas Syamsudin Noor.
Saat sidak, Dudi mengaku menemukan stok BBM yang tidak stabil dan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat, sehingga kondisi ini tidak bisa dianggap normal.
“Masalah kelangkaan BBM ini sudah terlalu sering terjadi. Masyarakat harus keluar masuk SPBU hanya untuk memastikan ada atau tidaknya BBM. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.
Ia meminta Pertamina melakukan langkah tegas dan nyata, yakni memastikan proses distribusi BBM harus lancar dengan penguatan pengawasan, terukur, dan konsisten.
Baca juga: Aliansi masyarakat dan mahasiswa Kalsel kembali datangi "Rumah Banjar"
Dudi juga menekankan agar pengusaha SPBU memprioritaskan masyarakat, dibandingkan para pelangsir, mengingat ditemukan fenomena stok BBM hampir semua SPBU kosong, sedangkan di tingkat eceran banyak, namun harganya melonjak.
“Pertamina jangan hanya omong-omong. Jangan sampai ada pembiaran permainan di lapangan atau distribusi yang tidak jelas. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.
Dudi menambahkan DPRD HST siap mengambil tindakan lebih jauh jika situasi tidak membaik.
“Jika tidak ada perubahan, kami akan memanggil Pertamina dan instansi terkait untuk rapat khusus terkait hal ini,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa demo "Rumah Banjar" Kalsel tuntut pengesahan KUHP hingga BBM langka
