Khatib Haji Ismal Sani dalam khutbahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin menekankan disiplin dan kejujuran terutama bagi kaum Muslim.
"Disiplin dan kejujuran itulah yang ditanamkan dalam puasa Ramadhan yang baru berlalu," ujar Ismail Sani dalam khutbahnya di hadapan jamaah Madjid Assa'adah tersebut, sebelum Shalat Jum'at.
Menurut dia, disiplin itu membuat seseorang patuh dengan segala aturan atau perintah dari Allah dan Rasul Nya.
Begitu pula dengan jujur, seseorang tidak akan terpikir untuk hal-hal yang terlarang, apalagi melakukannya seperti korupsi, ujarnya.
Baca juga: Khatib Arsyad kutip kisah Nabi Yusuf dalam makmai puasa Ramadhan
"Kalau seorang Muslim tidak disiplin dan tidak jujur, berarti makna hakiki dari Ramadhan tidak membekas atau yang bersangkutan tak melaksanakan puasa Ramadhan serta peribadahan lainnya pada bulan suci tersebut," lanjutnya.
Namun demikian, ajak khatib, sesudah Ramadhan mengubah atau meningkatkan amal ibadah sesuai makna Syawal itu sendiri yaitu bulan peningkatan.
Baca juga: Khatib Mobarak tekankan makna puasa Ramadhan
Dalam khutbah yang relatif pendek itu, khatib mengutip isi Surah At Taubah ayat (119) yang memerintahkan orang beriman untuk bertakwa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan bergaul dengan orang-orang jujur (ash-shadiqin) dalam ucapan maupun perbuatan.
"Kandungan ayat (119) Surah At Taubah tersebut menekankan kejujuran sebagai identitas diri, jalan keselamatan, dan tanda ketakwaan sejati, serta peringatan untuk berpegang pada kebenaran," demikian H Ismail Sani.
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026