Banjarmasin (ANTARA) - Khatib Tuan Guru Haji Khairil Anam dalam khutbahnya di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajak kaum Muslim menjadikan Syawal sebagai momentum peningkatan amal ibadah.
"Jangan sesudah Ramadhan berlalu amal ibadah kita menurun. Tapi justru dengan semangat Syawal amal ibadah kita meningkat," ajak khatib di hadapan jamaah masjid kebanggaan kaum Muslim Kalsel tersebut sebelum Shalat Jum'at.
Khairil Anam yang juga Pengasuh Majlis Ta'lim Jauharotunnur Pelaihari (65 km tenggara Banjarmasin), ibukota Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel mengatakan, Syawal untuk evaluasi, apakah selama Ramadhan ada peningkatan amal ibadah.
"Kalau Ramadhan ada peningkatan, pada Syawal harus meningkat lagi. Begitu pula bulan-bulan berikut, jangan menurun," lanjut Tuan Guru Khairil Anam dalam khutbah pertamanya berdorasi lebih kurang tiga menit.
Baca juga: Khatib Ismail Sani tekankan disiplin dan kejujuran
Pada kesempatan itu, khatib menyinggung tentang pentingnya kedudukan akhlak dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan. "Karenanya amal ibadah juga harus membuahkan akhlak yang baik. Percuma seseorang yang amal ibadahnya baik, tapi akhlaknya tidak baik," katanya.
Ia menyatakan, tanpa mengecilkan makna atau nilai amal ibadah, akhlak pun harus menjadi perhatian jangan sampai menimbulkan kesan kurang baik, apalagi membuat orang sakit hati.
"Sebagaimana Hadits Rasulullah Muhammad saw, bahwa kebaikan akhlak sebagai penyempurna iman seorang Muslim," kutipnya
Oleh sebab itu, ibadah yang tidak membuahkan akhlak (maksudnya akhlak yang baik) sama dengan menanm pohon atau tumbuhan tidak bermanfaat/menghasilkan apa- apa, pungkas Tuan Guru Khairil Anam.
Baca juga: Khatib Arsyad kutip kisah Nabi Yusuf dalam makmai puasa Ramadhan
Pada Jum'atan (Shalat Jum'at) kali ini Gubernur Kalsel H Muhidin kembali bersama jamaah Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, dan di samping kirinya tampak tamu dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK.RI).
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026