Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Shaleh Yusran dalam khutbah Idul Adha 1447 H/2026 M di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin mengatakan, bahwa inti ibadah kurban keikhlasan, ketaatan dan kejujuran. 

"Keikhlasan, ketaatan dan kejujuran itu dalam menegakkan perintah Allah SWT," tegas Khatib Shaleh Yusran di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut, sesudah Shalat 'Id/Hari Raya Haji atau Hari Raya Kurban, Rabu. 

Menurut khatib tersebut, tanpa keikhlasan, ketaatan dan kejujuran, ibadah kurban tersebut percuma atau dapatkan nilai kurang maksimal. 

Ia menunjuk contoh keikhlasan, ketaatan dan kejujuran dalam ibadah kurban terlihat pada Nabi Ibrahim alaihi salam (as) bersama anaknya (Nabi Ismail as). 

"Contoh dari keikhlasan, ketaatan dan kejujuran Nabi Ibrahim dan Ismail tersebut menjadi ketauladanan Nabi-Nabi berikutnya. Bahkan bagi umat Nabi Muhammad SAW merupakan sunat yang dianjurkan untuk melakukan ibadah kurban," ujar Tuan Guru Shaleh. 

Baca juga: Khatib Ismail Sani tekankan disiplin dan kejujuran

Dalam khutbahnya, Tuan Guru tersebut mengutip kandungan Al Qur'an Surah Al Haj ayat (37) yang menegaskan bahwa hakikat ibadah kurban bukan dinilai dari daging atau darah hewan yang disembelih, melainkan dari keikhlasan dan ketakwaan. 

Sementara Rasulullah SAW menyatakan, seorang Muslim yang mampu melaksanakan ibadah kurban, tapi tidak melakukan jangan mendekati tempat ibadah ku (Nabi Muhammad SAW)," demikian Tuan Guru H Shaleh Yusran. 

Suasana penyelenggaraan ibadah kurban 1447 H di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah shalat Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Sedangkan pelaksanaan ibadah kurban di Masjid Asssa'adah pada Idul Adha 1447 H sebanyak 16 ekor sapi dan seekor sapi buat aqikah. 

"Namun mengingat keterbatasan tenaga sehingga tiga ekor hewan kurban tersebut penyembelihan di lapangan atau Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala yaitu tempat pembelian sapi itu," ujar Ketua Panitia Pelaksana H Abdussamad.

Baca juga: Khatib Arsyad kutip kisah Nabi Yusuf dalam makmai puasa Ramadhan



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026