Khatib Ustadz Haji Muhammad Arsyad dalam khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah antara lain mengutip kisah Nabi Yusuf alaihi salaam (as) dalam hal memaknai puasa Ramadhan yang baru saja berlalu.
Ustadz HM Arsyad mengemukakan itu dalam khutbahnya sebelum Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Su'ada Desa Aluan Mati (sekitar 173 km timur laut Banjarmasin),Kecamatan Batu Benawa atau pinggiran Pegunungan Meratus wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tersebut, Sabtu.
Diceritakan, Nabi Yusuf yang mendapat kepercayaan mengatur kekayaan Kerajaan Mesir hampir setiap hari berpuasa dengan alasan antara lain takut meninggalkan orang yang lapar dan kehausan.
"Alangkah tenteram dan bahagianya suatu umat jika setiap pemimpin dari tingkat paling rendah hingga paling atas berpendirian seperti Nabiullah Yusuf as," ujar ustadz muda keluaran pondok dari Hadramaut Yaman tersebut.
Pada kesempatan itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) "Hidayatul Qur'an" Desa Aluan Mati tersebut, menjelaskan hubungan zakat fitrah dan rahmat dengan mengutip Hadits Rasulullah Muhammad saw.
"Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW, bahwa seiring menciptakan langit dan bumi, Allah menciptakan seratus rahmat dan salah satu diantaranya diturunkan ke bumi, dan 99 rahmat pada hari kemudian," kutip putra dari almarhum H Ahmidin - pendiri Ponpes Hidayatul Qur'an Aluan Mati tersebut.
Baca juga: Khatib Mobarak tekankan makna puasa Ramadhan
Ia menjelaskan, bahwa rahmat itu merupakan kasih sayang Allah yang Dia (Allah) berikan kepada hamba atau makhluk ciptaan Nya,. seperti halnya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, dan seekor binatang harimau yang menjilati anaknya.
"Itu semua limpahan kasih sayang Allah kepada makhluk ciptaan Nya yang harus kita sadari dan syukuri," lanjut HM Arsyad atau cucu Tuan Guru Haji Makhfudz - pengasuh Ponpes Al Amin Pemangkih (152 km utara Banjarmasin),. Kecamatan Labuan Amas Utara "Bumi Murakata" HST tersebut
Ia juga mengatakan, bahwa Ramadhan yang baru berlalu penuh rahmat dan "maghfirah" (keampunan) Allah SWT.
"Begitu pula Idul Fitri atau Hari Raya Fitrah penuh rahmat dan kasih sayang Allah SWT," demikian HM Arsyad.
Baca juga: Khatib : Ramadhan punya keistimewaan
Usai shalat 'id atau sembahyang Hari Raya Fitran, habis bersalam-salaman, jamaah Masjid Su'ada tersebut berbondong-bondong ziarah kubur yang tempatnya cuma berjarak lebih kurang 50 meter.
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026