Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui strategi optimalisasi dan inovasi.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif diwakili Sekretaris Daerah Yulian Herawati, di Batulicin, Sabtu, mengatakan kemampuan daerah menggali sumber pendapatan harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih kreatif, inovatif, dan berbasis data.

"Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan harapan tercipta ruang dialog yang terbuka dan produktif," kata Yulian.

Ia mengatakan, setiap peserta didorong untuk menyampaikan pandangan, ide, dan pengalaman sehingga menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh Badan Pendapatan Daerah bersama perangkat daerah terkait.

Baca juga: Tanah Bumbu gandeng ULM gali potensi PAD

Yulian juga menegaskan perlunya memperkuat berbagai aspek strategis, seperti digitalisasi pelayanan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, penguatan regulasi, pemutakhiran basis data, hingga optimalisasi pengawasan dan penegakan aturan.

Semua langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa proses pengelolaan pendapatan daerah berlangsung transparan, akurat, dan berkelanjutan.

Selain itu, inovasi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat, perlu terus diperkuat agar ekosistem pendapatan daerah dapat berkembang lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Pemkab Tanah Bumbu genjot PAD melalui pariwisata

Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap capaian PAD Kabupaten Tanah Bumbu ke depan.

"Pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan FGD, harapannya forum ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat capaian target PAD, meningkatkan tata kelola pendapatan, serta memperkokoh pondasi pembangunan daerah,' harap Yulian.

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025