Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan (Disperin Kalsel) meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengelola data direktori Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui pelatihan.
"Salah satu fokus utama pelatihan menekankan pengenalan dan pemanfaatan pivot table sebagai alat bantu analisis data yang efektif dan efisien," kata Kepala Seksi Pengolahan Data Informasi dan Industri Disperin Provinsi Kalsel Sri Kumala Handayani mewakili Kepala Disperin Kalsel Abdul Rahim, dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis.
Baca juga: Pelaku IKM pangan di Kalsel dibekali kapasitas wirausaha
Sri mengatakan kegiatan tersebut diikuti sejumlah ASN tingkat kota dan kabupaten Provinsi Kalsel mengenai Workshop Diseminasi dan Publikasi Data Informasi Industri.
Dikatakan Sri, pelatihan tersebut untuk memperkuat kapasitas aparatur pemerintah mengelola dan menyajikan data industri, terutama data direktori Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
“Kebutuhan akan data yang akurat dan dapat dipercaya semakin penting pada sektor industri karena data bukan hanya menjadi dasar perencanaan dan evaluasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam komunikasi kebijakan dan pengambilan keputusan yang strategis,” ungkap Sri.
Ia menambahkan penguasaan teknik pengolahan data yang baik, seperti penggunaan pivot table, data yang sebelumnya tersaji secara mentah dapat diolah menjadi informasi yang lebih bermakna, terstruktur, dan siap digunakan untuk pelaporan kinerja pemerintah daerah maupun publikasi lainnya.
Peserta pelatihan juga menerima materi mengenai Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang menjadi salah satu rujukan pengelolaan data industri secara nasional.
"Meski demikian, fokus utama tetap pada pemanfaatan alat dan sumber daya yang tersedia di tingkat daerah untuk pengelolaan data IKM secara optimal," ungkap Sri.
Baca juga: Disperin Kalsel tegaskan industri air minum kemasan harus patuhi SNI
Disperin Provinsi Kalsel menghadirkan pembicara dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel sebagai bentuk kolaborasi lintas instansi untuk membangun pemahaman bersama terkait tata kelola data yang baik.
Dikatakan Sri, kegiatan itu dapat meningkatkan kapasitas teknis dan terbangun sinergi lintas instansi untuk memperkuat sistem data industri di seluruh wilayah Kalsel.
Sementara itu, narasumber dari Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalsel Muhammad Surianata mengapresiasi pembekalan tersebut terutama materi simulasi dan pengolahan data.
"Penyajian angka yang dikumpulkan Dinas Perindustrian sangat penting untuk menjadi dasar informasi yang akurat,” tutur Surianata.
Ia juga menyampaikan BPS dan Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel telah menjalin kolaborasi sejak lama, terutama pemanfaatan data direktori perusahaan yang bakal dikaji dan dicocokkan dengan data lapangan BPS untuk menghasilkan informasi yang valid dan dapat dipercaya.
Surianata mengharapkan Disperin tingkat kota dan kabupaten berkolaborasi dengan BPS setempat agar data yang disajikan dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan dan memberikan gambaran yang utuh kepada publik.
Baca juga: Rumah tidak layak huni capai 24.577 unit di Kalsel
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025
"Salah satu fokus utama pelatihan menekankan pengenalan dan pemanfaatan pivot table sebagai alat bantu analisis data yang efektif dan efisien," kata Kepala Seksi Pengolahan Data Informasi dan Industri Disperin Provinsi Kalsel Sri Kumala Handayani mewakili Kepala Disperin Kalsel Abdul Rahim, dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis.
Baca juga: Pelaku IKM pangan di Kalsel dibekali kapasitas wirausaha
Sri mengatakan kegiatan tersebut diikuti sejumlah ASN tingkat kota dan kabupaten Provinsi Kalsel mengenai Workshop Diseminasi dan Publikasi Data Informasi Industri.
Dikatakan Sri, pelatihan tersebut untuk memperkuat kapasitas aparatur pemerintah mengelola dan menyajikan data industri, terutama data direktori Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
“Kebutuhan akan data yang akurat dan dapat dipercaya semakin penting pada sektor industri karena data bukan hanya menjadi dasar perencanaan dan evaluasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam komunikasi kebijakan dan pengambilan keputusan yang strategis,” ungkap Sri.
Ia menambahkan penguasaan teknik pengolahan data yang baik, seperti penggunaan pivot table, data yang sebelumnya tersaji secara mentah dapat diolah menjadi informasi yang lebih bermakna, terstruktur, dan siap digunakan untuk pelaporan kinerja pemerintah daerah maupun publikasi lainnya.
Peserta pelatihan juga menerima materi mengenai Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang menjadi salah satu rujukan pengelolaan data industri secara nasional.
"Meski demikian, fokus utama tetap pada pemanfaatan alat dan sumber daya yang tersedia di tingkat daerah untuk pengelolaan data IKM secara optimal," ungkap Sri.
Baca juga: Disperin Kalsel tegaskan industri air minum kemasan harus patuhi SNI
Disperin Provinsi Kalsel menghadirkan pembicara dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel sebagai bentuk kolaborasi lintas instansi untuk membangun pemahaman bersama terkait tata kelola data yang baik.
Dikatakan Sri, kegiatan itu dapat meningkatkan kapasitas teknis dan terbangun sinergi lintas instansi untuk memperkuat sistem data industri di seluruh wilayah Kalsel.
Sementara itu, narasumber dari Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalsel Muhammad Surianata mengapresiasi pembekalan tersebut terutama materi simulasi dan pengolahan data.
"Penyajian angka yang dikumpulkan Dinas Perindustrian sangat penting untuk menjadi dasar informasi yang akurat,” tutur Surianata.
Ia juga menyampaikan BPS dan Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel telah menjalin kolaborasi sejak lama, terutama pemanfaatan data direktori perusahaan yang bakal dikaji dan dicocokkan dengan data lapangan BPS untuk menghasilkan informasi yang valid dan dapat dipercaya.
Surianata mengharapkan Disperin tingkat kota dan kabupaten berkolaborasi dengan BPS setempat agar data yang disajikan dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan dan memberikan gambaran yang utuh kepada publik.
Baca juga: Rumah tidak layak huni capai 24.577 unit di Kalsel
Editor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025