Barabai, (AntaraNews Kalsel) - Terkait akan segera dibangunnya pasar agrobisnis modern, sebanyak 735 lapak pedagang yang biasanya berjualan di Sub Terminal Agrobisnis Pasar Keramat Barabai akan direlokasi sementara.


Relokasi lapak yang ditempati oleh para penjual unggas, ikan basah, pedagang sayur, buah, ayam, ikan, dan warung makan direncanakan pada selasa (18/4), ke tempat penampungan sementara di pinggiran jalan umum sekitar pasar.

Kepala Dinas Perdagangan HST, H M Yuserani, menjelaskan, relokasi akan berlangsung selama delapan bulan sesuai lama kontrak pembangunan pasar berkonsep modern tersebut.

“Awalnya, penataan yang kami lakukan untuk para pedagang ikan basah, ayam potong dan pancarikinan dipindahkan menempati los lama yang disediakan yang selama ini tidak terpakai,” katanya.

Kemudian menurutnya, untuk pedagang pasar ayam hidup ditempatkan di sekitar SPBU Pasar Keramat yang akhir bulan April ini masa kontraknya akan ditutup. Selanjutnya, pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan depan SPBU sampai bundaran.

“Untuk pedagang warung-warung akan ditempatkan di lokasi belakang taman, kemudian untuk pedagang ikan, buah, dan sayur-mayur grosir ditempatkan di halaman Stadion Murakata Mandingin,” katanya.

Menanggapi beberapa keluhan pedagang karena terlalu jauh tempat relokasi, akhirnya Bupati HST, H Abdul Latif menyerahkan pengaturan lapak-lapak ke para pedagang melalui persatuan, namun tetap di damping Dinas Perdagangan.

“Kalau tidak mau direlokasi Ke Stadion Mandingin, karena takut jualannya sepi, jadi sepenuhnya kami serahkan ke para pedagang untuk mengaturnya sendiri, kalau merasa nyaman desak-desakan jualan serta asalkan tidak menggangu arus lalu lintas,” katanya.

Bupati menjelaskan, bahwa di bangunnya pasar agrobisnis terbesar ini tidak lain untuk memberikan kenyamanan kepada para pedagang dan para pembeli nantinya, sehingga kesan pasar yang kumuh, jorok, becek dan bau itu dapat dihilangkan.

“Pada proses akhirnya nanti, para pedagang dapat menempati kembali blok dan los sesuai peruntukannya tanpa dipungut biaya sedikitpun alias gratis,” ujarnya.

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Muhammad Taufikurrahman


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017