Tuan Guru Haji Abdul Syukur Al Hamidy dalam tausiyahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan kaum Muslim beribadah jangan asal-asalan.

"Sebab kalau beribadah asal-asalan bukan saja kemungkinan mendapatkan pahala seadanya, tapi dikhawatirkan ibadah tersebut tertolak," ujar Tuan Guru Abd Syukur, sesudah Shalat Subuh di Banjarmasin, Ahad.

Baca juga: Khatib Hilal nyatakan kaum Muslim harus punya prinsip dan jati diri

Oleh karena itu, tuan guru keluaran Pesantren Darul 'Ulum Kandangan (135 km utara Banjarmasin), ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalsel tersebut mengatakan, beribadah harus sesuai syarat, rukun serta adab.

"Jadi pada dasarnya ibadah itu tergantung syarat, rukun dan adab," tegas Tuan Guru kelahiran "Kota Dodol" Kandangan yang menimba ilmu pengetahuan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin tersebut.

Mantan anggota DPRD Kalsel itu menambahkan, beribadah tersebut harus dengan motivasi keikhlasan yang sempurna, bukan mencari keuntungan.

"Lakukanlah ibadah yang terbaik dan Allah akan memberikan ganjaran yang terbaik pula, sebagaimana Allah nyatakan dalam Al Quran," lanjut Tuan Guru kelahiran Tahun 1952 tersebut.

Baca juga: Ustadz Aspani ungkap rahasia ayat pertama Surah Al Isra
 
Tuan Guru Haji Abdul Syukur Al Hamidy saat tausiyah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Ahad (3/3/2024). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)
 
Ia mengingat pula, terutama kepada jamaah Masjid Assa'adah tersebut agar memelihara asisoris ibadah sebagai bagian dari kesempurnaan beribadah.

Sebagai contoh ketika shalat, sesudah ruku atau saat itidal mengayun-ayunkan tangan. Padahal menggerakkan anggota tubuh tiga kali berturut-turut bisa membatalkan shalat tersebut.

Menyinggung adab, dengan mengutip pendapat ulama terkemuka, dia menyatakan, bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu.

"Percuma berilmu tinggi kalau tidak beradab. Adab tersebut tidak cuma sesama manusia atau pejabat, tapi yang lebih utama saat menghadap Allah seperti ketika menggaruk-garuk kepala," demikian Abd Syukur Al Hamidy.

Baca juga: Ustadz Aspani nyatakan tidak ada perjuangan tanpa rintangan atau tantangan

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2024