Sambil tersenyum ramah seorang penjual aneka cemilan, Rahmat Hidayat menjelaskan produk makanan ringan kepada Bupati Tabalong Anang Syakhfiani didampingi Direktur Operasional PT Adaro Indonesia Wahyu Sulistyo yang menghampiri stan penjualan.

Rahmat di Tabalong, Sabtu, menuturkan produk cemilan tersebut olahan dari aneka ikan sungai, seperti gabus (haruan), patin dan nila yang dijual Rp20 ribu per bungkus untuk kemasan 150 gram).

Baca juga: "Adaro Spectapreneur" jadi ajang reuni pelaku UMKM di Tabalong

Rahmat tercatat sebagai salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Desa Mantuil Kecamatan Muara Harus yang mengikuti kegiatan PT Adaro Indonesia, Adaro Spectaprenur 2023 di  Expo Center Tabalong Kelurahan Mabuun, Jumat kemarin.

Sebagai salah satu UMKM binaan Adaro, Rahmat mengaku cukup beruntung usaha miliknya terus berkembang hingga sekarang.

"Alhamdulillah berkat pendampingan dan dukungan pemasaran secara online dari Adaro produk olahan saya makin dikenal luas," ungkap Rahmat.

Kini, omset usaha cemilan produk ikan olahan Rahmat tersebut mulai dari kue kering, siomai hingga es krim berbahan ikan mencapai Rp35 juta per bulan dan UMKM dengan nama "Gemilang Maju Jaya" ini menjadi binaan Adaro sejak 2017.

Selain Rahmat, ratusan pelaku usaha binaan Adaro juga turut memeriahkan bazar UMKM yang dilaksanakan Adaro sejak 29 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024.

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani menuturkan kegiatan tahunan yang diinisiasi Adaro ini sangat berdampak pada kemajuan UMKM lokal.

Baca juga: Anak tukang ojek yang terobsesi jadi analis data

"Adaro Spectapreneur ini satu bukti peningkatan UMKM di Tabalong dan saya berharap kegiatan ini terus dilakukan setiap tahun," ungkap Anand.

Anang menyebutkan kini jumlah UMKM di Kabupaten Tabalong mencapai 18 ribu lebih dan bisa bangkit kembali pascapandemi COVID-19.

Direktur PT Adaro Indonesia Wahyu Sulityo menyampaikan Adaro punya tekad kuat untuk mendorong para UMKM lokal bisa mendunia dan Adaro Spectapreneur yang keempat kalinya ini sebagai ajang mempromosikan aneka produk olahan.

"Adaro Spectaprenur ini melibatkan berbagai pihak dan kita bertekad para UMKM lokal bisa mendunia," jelasnya.

Wahyu menyebutkan 40 UMKM binaan Adaro itu sempat mengikuti pelatihan kurasi produksi layak ekspor dengan mengundang Pusat Layanan Usaha Terpadu Banten dengan kurator produk yang sudah bersertifikat.

"Tahun ini sebanyak 144 UMKM termasuk mitra Adaro dan binaan PLUT Tabalong mengikuti Adaro Spectapreneur," tutur Ketua Pelaksana Adaro Spectapreneur 4.0 Zulrifani.

Baca juga: Adaro Spectapreneur 2023 incar wirausahawan milenial di Tabalong

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023