Sambil menggendong seorang bayi berusia tujuh bulan, Miliana (25) sempat berdialog dengan Koordinator Bapak/Ibu Asuh Anak Stunting Nasional Dr. Ir. Dwi Listyawardani MSc. Dip.Com saat memantau program penanganan gagal tumbuh kembang anak atau stunting di Posyandu Kamboja Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Warga Desa Binjai Punggal Kecamatan Halong Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan tersebut merupakan salah satu peserta Posyandu Kamboja Desa Binjai Punggal yang menjadi sasaran kegiatan pemantauan stunting dari program Adaro dan Pemerintah Kabupaten Balangan.

Baca juga: Sentuhan edukasi "Adaro Nyalakan Raga" percepat atasi stunting

Di Posyandu Kamboja ini tim dari Adaro bersama BKKBN Nasional dan provinsi, serta Pemkab Balangan memantau langsung proses pemeriksaan berat badan, tinggi badan balita hingga asupan yang diberikan kepada bayi rutin setiap satu bulan.

“Kami tekankan melalui monitoring ini agar upaya penanganan stunting di setiap daerah itu bisa berjalan dengan efektif dan tepat sasaran “ kata Dwi Listyawardani.
 
CSR Division Head PT Adaro Energy Indonesia Okty Damayanti memberikan makanan tambahan kepada salah satu balita di Desa Binjai Punggal Kecamatan Halong Kabupaten Balangan, Senin (6/11/2023). (ANTARA/HO-YABN)
CSR Division Head PT Adaro Energy Indonesia Okty Damayanti yang juga ikut serta memantau, mengatakan pihaknya turut memikirkan dengan serius kontribusi yang dapat dilakukan perusahaan untuk membantu mengentaskan stunting di Kabupaten Balangan melalui program "Balangan Lawan Stunting" (BALANTING).

Kolaborasi

Salah satu strategi Adaro untuk percepatan penurunan angka stunting berinovasi dan kolaborasi pentahelix atau multipihak.

Dengan menggandeng pihak akademisi dari Politeknik Unggulan Kalimantan (Polanka) menerjunkan 18 dosen yang memiliki keahlian fisioterapi, farmasi dan gizi.

Adaro juga bekerja sama dengan LPK Medha Parahita Indonesia sebagai Pusat Kajian dan Partisipasi dengan lingkup pekerjaan pada Program Pemberdayaan Masyarakat dan Program Kesehatan Masyarakat.

Baca juga: Asa Adaro percepat turunkan stunting di Bantaran Sungai Barito

Selain itu tentunya Adaro juga melibatkan peran Pemkab Balangan sebagai regulator dan kontroler.
 
"Terima kasih dukungan dan kerja sama yang baik dari Pemkab  Balangan untuk menjadikan Balangan zero stunting bisa terwujud" ujar Okty.

Adaro sebagai "private sector" melibatkan beberapa anak perusahaan, seperti PT Adaro Indonesia, Balangan Coal Companies, PT Saptaindra Sejati dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) untuk melawan stunting.

Adaro pun menggaet media untuk mendukung publikasi dan memudahkan akses informasi bagi masyarakat.

"Adaro dan mitra kerja bergerak bersama, bergotong- royong untuk  berupaya menurunkan stunting secepat-cepatnya," tutur Okty.

Bupati Balangan Abdul Hadi mengakui program BALANTING bersama Adaro sangat membantu pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting dan berharap kolaborasi ini menghasilkan manfaat yang maksimal.

"Angka prevalensi stunting di Balangan masih di atas 30 persen, strategi dan dukungan dari pihak lain terus dioptimalkan untuk mencapai target penurunan stunting," ungkap Abdul Hadi. 

Abdul Hadi menambahkan masalah stunting bukan hanya mempengaruhi anak- anak namun juga menyangkut kualitas manusia saat menjalankan pembangunan daerah.

Selain monitoring ke Desa Binjai Punggal, Adaro dan Pemkab Balangan bergerak nyata percepatan memerangi stuntingk e Desa Murung Ambuin Kecamatan Paringin Selatan.

Baca juga: Adaro-Polanka intervensi menyeluruh tekan stunting di Balangan

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023