Jumlah hotspot (titik api) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan yang terdeteksi citra satelit National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA) selama 2023  sebanyak 38 titik.

Kepala Seksi Perlindungan Hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Tabalong Aris Setiawan  mengatakan  jumlah hotspot yang terdeteksi cukup banyak di wilayah Utara dan sekitar pabrik semen PT Conch South Kalimantan.

Baca juga: Kapolda Kalsel pastikan belum ada titik panas sebabkan karhutla

"Titik apa yang terdeteksi di pabrik semen Conch mencapai 28 titik dan sisanya di sejumlah kecamatan," jelas Aris di Tabalong, Rabu.

Selain di pabrik semen milik investor asal Tionghoa ini berlokasi di Desa Saradang Kecamatan Haruai, titik api juga terdeteksi di areal peruntukkan lainnya (APL) dan hutan produksi.

Masing-masing di Desa Pasar Batu, Desa Banyu Tajun, Desa  Pulau Ku'u, Desa  Panaan, Desa Wirang, Desa Salikung, Desa Nawin, Desa  Dambung Raya, Desa  Bintang  Ara dan Desa Garagata.

Aris menyebutkan dari 38 titik api tersebut tercatat sejumlah lokasi kebakaran hutan lahan yakni Desa Pasar Batu Kecamatan Muara Uya seluas 1 hektare dan Desa Banyu Tajun Kecamatan Tanjung 0,5 hektare.

Terpisah Kasat Binmas Polres Tabalong AKP Samsu Suargana mengatakan pihaknya akan menggiatkan Operasi Bina Karuna 2023 yakni upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Masyarakat yang melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sengaja akan dipidanakan sesuai peraturan yang berlaku," jelas Samsu.

Dalam Undang-Undang No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan ancaman pidana pelaku pembakaran hutan dan lahan maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp7,5 miliar.

Sebagai upaya preventif masyarakat diingatkan untuk jaga hutan dan lahan dari musibah kebakaran.

Baca juga: Possible forest fires detected in North Sumatra: BMKG

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023