Ratusan umat Buddha di Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan peringatan Hari Raya Waisak 2567 BE/2023 yang menekankan memperkokoh keberagaman antarumat beragama.

Peringatan Hari Raya Waisak yang dilaksanakan di Vihara Dhammasoka Kota Banjarmasin tersebut diikuti sekitar 800 umat dan mengangkat tema “Aktualisasi ajaran Buddha Dhamma dalam kehidupan sehari-hari”.

Baca juga: Tiga WBP Lapas Banjarbaru terima Remisi Khusus Hari Raya Waisak

“Kami ingin menjaga keutuhan negara dan bangsa khususnya antar umat beragama agar tidak terjadi perpecahan,” kata Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Kalsel Joko Budi Santosa di Banjarmasin, Minggu.

Tepat pukul 11.41 Wita, Joko menuturkan puncak peringatan Waisak di wilayah Indonesia Bagian Tengah dengan melakukan meditasi sekitar 15 menit sebagai momen untuk merefleksikan diri.

“Perayaan Waisak di Kalsel semakin memperkokoh keberagaman karena umat lain ikut membantu persiapan acara kami,” ucapnya.

Joko menyebutkan sebelum menyambut detik-detik Waisak pada pukul 11.41 Wita, pihaknya melaksanakan berbagai macam tradisi seperti “Pinda Pata”, yakni mengumpulkan dana dari umat Buddha untuk mempersembahkan makanan ke “Bhikkhu”.

Sebelumnya, Joko mengungkapkan pihaknya melaksanakan aksi sosial, seperti kebersihan lingkungan dan donor darah kepada orang yang membutuhkan.

Menurut dia, berbagai tradisi yang disambut dengan baik oleh umat lain dan pemerintah adalah wujud toleransi yang sesungguhnya.

Baca juga: Penghuni Rutan Rantau dapat remisi Hari Raya Waisak

Joko berharap agar antar umat beragama di Kalsel selalu rukun dan mampu meningkatkan kerjasama untuk mewujudkan persatuan bangsa.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dharma Wijaya Sarwadharma selalu Pandita mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi cinta dan kasih pada kehidupan sehari-hari umat Buddha.

“Semoga umat Buddha di Kalsel memiliki budi luhur, bijaksana dan bermanfaat untuk semua orang,” katanya.

Pada tempat yang sama, salah seorang Bhikkhu Bhante Adhicitto yang memimpin ibadah peringatan Waisak tersebut menyampaikan Waisak merupakan hari suci umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa yakni lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM.

Lebih lanjut dia memaparkan peristiwa kedua yakni pada saat itu Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya pada usia 35 tahun pada tahun 588 SM.

“Peristiwa ketiga yaitu wafatnya Buddha Gautama Parinibbana di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 SM,” ucapnya.

Baca juga: Vihara Dhammasoka Banjarmasin rayakan Waisak 2021 secara sederhana

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023