Pengajian rutin "Mulia Hati" Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap keteladanan tiga sahabat Nabi Muhammad SAW dalam berbakti kepada orang tua pada Kamis malam.

Pengasuh Pengajian Mulia Hati Banjarmasin HM Rosehan Noor Bahri mengungkapkan, tiga sahabat Nabi yang patut menjadi teladan dalam bakti kepada orang tua yaitu Saad Bin Abi Waqqash, Uwais Al-Qarni dan Kilab Bin Umaiyah.

Saad Bin Abi Waqqash  yang merupakan paman Rasulullah SAW atau pemeluk Islam pertama yang terkenal sangat berbakti pada orang tuanya .

Dalam ceritanya, Saad Bin Abni sangat taat dan patuh kepada ibunya, bahkan, cintanya pada si Ibunda terus melekat hingga dewasa. 

Sayangnya, Ibunda Sa’ad Hamnah binti Sufyan bin Abu Umayyah penyembah berhala, bersikukuh untuk setia dengan agama nenek moyangnya. 

Namun, Sa’ad berpindah ke agama Islam di umurnya menginjak 17 tahun. Dikisahkan, bahwa ibunya terus membujuk menyembah berhala. Bahkan, ibundanya rela tidak makan dan minum kecuali hingga Sa’ad meninggalkan Islam.

Tetapi, keteguhan hati Sa’ad dalam memeluk Islam sangat kuat. Pria ini masih tetap taat untuk menjaga ibunya meski tak menuruti permintaannya agar berpindah agama. Dari kekuatan tekad itulah, ibu Sa’ad pun sadar bahwa apa yang dia lakukan hanya membawa kebencian dan kesedihan.

Kemudian kisah Uwais Al-Qarni, pemuda yang satu ini bermula dari hidupnya bersama ibu yang sudah tua dan mengalami lumpuh. Uwais sendiri memiliki penyakit kulit belang belang yang disebut sopak. Sayangnya dia adalah seorang fakir dari Yaman yang tak pernah berjumpa Rasul.

Kisah teladan Uwais kepada ibunya bermula dari keinginan ibu untuk berhaji. Dengan cara apapun pemuda tersebut berlatih fisik dengan menggendong anak lembu naik turun bukit. Hal itu karena dirinya tidak memiliki kendaraan untuk berhaji. 

Dia pun menyimpan makanan untuk bekal perjalanan tersebut. Alhasil, ibunya pun berhasil menunaikan haji di punggung Uwais. Perjalanan haji itu Uwais tempuh sambil menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah. 

Dengan semangat dan bakti yang besar, Uwais melakukan tawaf dan berdoa di depan Ka’bah untuk sang ibunda. Uwais pun hanya meminta ridha dari ibunya untuk membawanya masuk ke surga. Meski bukan sahabat nabi, namun  Rasulullah mengagumi sosok Uwais.

Sahabat Nabi ketiga yang bisa menjadi teladan dalam berbakti kepada orang tua yaitu Kilab Bin Umaiyah

Pria tersebut memiliki ayah dan ibu yang sudah tua dan tak mampu beraktivitas. Karena itulah, setiap pagi dan petang pemuda itu selalu menyiapkan susu untuk orang tuanya. Namun suatu ketika, Kilab turut berjihad dalam perang.

Dia pun membeli hamba sahaya untuk mengasuh kedua orang tuanya. Karena orang tua Kilab tertidur pulas, hamba sahaya tersebut tidak memberikan gelas susu di petang hari. Sehingga di tengah malam orang tua Kilab terbangun dalam keadaan lapar dan tak berdaya. Di kala itu, bapak Kilab mengucap permohonan kepada Kilab dengan kitabullah.

Perkataan tersebut pun sampai kepada Umar bin Khattab, yang kemudian meminta Kilab memeras susu unta untuk ayahnya. Di saat ayah Kilab meminumnya, dirinya mengenal bau dan siapa pemeras air susu tersebut. Senantiasa, Umar pun mengutus Kilab untuk pulang dan merawat orang tuanya sampai wafat.

Ketiga tokoh sahabat Rasul tersebut tentunya bisa menjadi dorongan positif untuk menjadi orang yang lebih baik. Terutama untuk anda yang ingin mengikuti jejak dan mendapat keistimewaan layaknya 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga. 

Karena itu, beramal lah dengan hal yang paling mudah yakni dengan berbakti dan sayang orang tua, demikian Rosehsn NB seraya berdoa mudahan ada manfaatnya bagi emua kaum Muslim dan mendapat barakah.

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023