Beragam upaya dan strategi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus digiatkan dalam percepatan vaksinasi COVID-19, partisipasi aktif semua stakeholder dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan yang diraih hingga saat ini, tak terkecuali hingga tinggal desa dan kelurahan di HSS.

Kepala Desa Kapuh, Abdul Haris, Senin (10/1), mengatakan vaksin di desanya sempat dilakukan sore hari, diumumkan pelaksanaan di siang hari dan dilaksanakan sore hari, banyak peminatnya namun terkendala waktu karena menjelang waktu Magrib, sehingga ada masukan dan saran untuk mendekatkan layanan ini pada masyarakat memilih waktu malam hari.

"Ke depannya kita rencana melaksanakan malam hari, dari Magrib dan waktu menyesuaikan serta kesediaan para tenaga kesehatan, sebab kalau pagi atau siang banyak warga tidak bisa karena pekerjaan atau karena cape setelah beraktifitas,"  katanya, saat ditemui disela peninjauan fasilitasi vaksinasi BIN Daerah oleh Bupati HSS, H Achmad Fikry dan jajaran BIN.

Baca juga: Percepatan vaksinasi di HSS, BIN kembali targetkan seribu dosis

Dijelaskan dia, jumlah warga di desanya yang menjadi sasaran vaksin sekitar seribu lebih, dan telah tervaksin 50 hingga 60 persen jadi sasaran selanjutnya termasuk anak-anak yang masih sekolah di umur enam sampai 11 tahun.

Sementara untuk umur Lanjut Usia (Lansia) terpaksa banyak tertunda, padahal mereka sebagian besar sangat ingin divaksin namun penundaan ini dikarenakan memang karena faktor kesehatan yang belum memungkinkan.

Bupati HSS, H Achmad Fikry, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS akan melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia enam sampai 11 tahun.

“Kami masih mencari format pelaksanaan vaksinasi anak, apakah nanti orang tua diwajibkan untuk mendampingi,” katanya, saat memberikan keterangan, didampingi Kaposda BIN Kabupaten HSS, Hartono serta Kepala Dinas Kesehatan HSS, Hj Siti Zainab.

Baca juga: Pemenang sepeda motor undian vaksin HSS bersyukur dan gembira

Menurut dia, terkait kemungkinan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali normal, memang belum bisa memastikan karena masih bersifat dinamis. Namun, peran Satgas COVID-19 sekolah dari dinas pendidikan dan kementerian agama diminta lebih maksimal.

“Vaksinasi salah satu pertimbangan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Peninjauan fasilitasi vaksinasi BINDA Kalsel oleh Bupati HSS dilakukan di Desa Tabihi, Kecamatan Padang Batung dan di Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, dan sebelumnya juga melakukan peninjauan vaksinasi anak di SDIT Qurrata A'yun Kandangan.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022