Anggota DPRD Hulu Sungai Tengah Yajid Fahmi saat rapat kerja gabungan komisi dengan Pemkab HST, Senin (18/5) menyampaikan hingga kini insentif dokter dan tenaga medis lainnya belum dibayarkan. 

Padahal kata dia, beberapa program sosial  baik yang dari pusat, daerah maupun swasta sudah digelontorkan ke masyarakat dan beberapa pihak yang membutuhkan.

Menurut Yazid, para tenaga kesehatan merupakan  garda terdepan dan bahkan bertaruh nyawa dalam penanganan para pasien COVID-19 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

"Mereka berjibaku bertahan bekerja di barisan depan serta di saat yang lain, ada dispensasi untuk mengurangi jam kerja tapi mereka tetap harus bekerja," katanya.

Secara pribadi, dia mendesak pemerintah daerah untuk bisa mencaikan insentif tim kesehatan sebelum lebaran.

Menurut dia, tidak ada alasan untuk tidak memberikan hak mereka kepada tenaga medis, karena mereka yang terdepan berjuang dalam penanganan COVID-19.

Bupati HST, H A Chairansyah saat konferensi pers di Posko Gugus Tugas di Dinas Kesehatan HST, Selasa (19/5) menjelaskan masalah insentif tenaga kesehatan masih terkendala di Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Hal itu dikatakannya, agar tidak bermasalah dikemudian hari dan sesuai aturan. "Sebenarnya sudah kita anggarkan untuk insentif para tenaga kesehatan itu, dan hari ini juga akan kita koordinasikan agar secepatnya bisa dicairkan," kata Bupati.

Bupati mengungkapkan, semuanya harus memaklumi, ada aturan-aturan dari kementerian baik Menkes, Mendagri dan Menkeu keungan yang berbeda-beda untuk ketentuan insentif tersebut.

"Namun, masalah-masalah itu akan secepatnya kita selesaikan dan ada kesepemahaman. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan dapat dicairkan," kata Bupati.

Sebelumnya, sebanyak 14 orang tenaga kesehatan dinyatakan reaktif positif dari hasil rapid test pertama. Dari 19 Puskesmas yang ada di HST dan satu RSHD Barabai, penyebaran nakes yang reaktif itu ada di sembilan Puskesmas.

"Jika pemeriksaan rapid test kedua terhadap nakes di 9 Puskesmas yang akan dilakukan besok masih reaktif positif, maka pelayanan Puskesmas tersebut akan ditutup sementara dan akan ditracking kepada siapa saja yang pernah kontak dengan yang reaktif itu," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinkes HST, Husnawati.

Baca juga: 736 tenaga kesehatan di HST ikut Rapid Test, 14 orang dinyatakan reaktif
Baca juga: HST kecolongan, warga Banjarmasin yang reaktif sempat datang ke Birayang
Baca juga: Inilah dua tersangka Narkoba yang ditangkap di Komplek Griya Mandingin Barabai

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020