Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan pada Mei 2020, akan diluncurkan produksi massal 10.000 perangkat tes cepat (rapid test kit) untuk mendeteksi COVID-19.

“Ditargetkan pekan depan 10.000 rapid test kit selesai diproduksi,” ujar Menristek Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Baca juga: Tim Gugus Tugas Kalsel distribusikan 6.260 rapid test

Sebanyak 10.000 perangkat itu merupakan uji diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT) untuk mendeteksi IgG/IgM berbasis peptide sintesis, yang akan diproduksi paling lambat 8 Mei 2020.

Bambang menuturkan saat ini perangkat tersebut sedang dalam tahapan produksi massal yang dikerjakan oleh Konsorsium Riset Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada.

Baca juga: Tim gugus tugas rapid test acak, semuanya negatif

Perangkat tes tersebut mendeteksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 menggunakan antibodi IgG dan IgM yang ada di dalam darah.

Selain itu, pada akhir Mei 2020, ditargetkan perangkat tes berbasis PCR (PCR test kit) dapat diproduksi hingga 50.000 unit. Saat ini sedang berlangsung uji validasi produk.



Menristek menuturkan pengembangan obat dan vaksin untuk virus corona terus dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, PT Biofarma, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, di mana saat ini dalam tahapan uji klinis.

Konsorsium COVID-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi juga melakukan penelitian terkait pemanfaatan plasma konvalesen dari pasien yang sembuh COVID-19, untuk diberikan sebagai imunisasi pasif kepada pasien COVID-19 dengan kondisi berat.



 

Pewarta: Martha Herlinawati S

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020