Pemerintah Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, mengaku terkendala untuk mendata warga yang baru datang dari Ijtma Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan.

Hal ini dilakukan mengingat adanya anggota jemaah Ijtma Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, yang diduga positif COVID-19 beberapa waktu lalu.

Disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Erwan Karya Mega Latif, kebanyakan dari warga yang datang dari Ijtma Ulama, Gowa, Sulawesi Selatan, tidak melaporkan diri.

"Begitupun adanya laporan warga namun tidak dilengkapi nama dan alamat yang tepat, sehingga kami kesulitan mencari datanya," ujarnya.

Sementara itu, diketahui dari salah satu sumber, jumlah anggota Ijtma Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, asal Kabupaten Balangan, berjumlah sekitar 30 orang lebih.

Saat ini lanjutnya, bersama Tim Gugus Tugas, kemudian TNI, POLRI, bahkan para jurnalis dan masyarakat, ia berharap ada kerjasama terkait informasi tersebut agar lekas ditangani.

"Rencana besok (Rabu) kita kembali turun untuk mencari data-data tersebut, yang mana terbagi di berbagai kecamatan," tuturnya.

Memang tambah Erwan, ada beberapa yang sudah dengan kesadaran tinggi langsung melapor dan memeriksakan diri ke pusat kesehatan, namun kurang dari sepuluh orang.

Bahkan sudah ada juga beberapa warga yang merasa resah karena yang bersangkutan selalu ikut berjamaah tanpa mau memeriksakan diri terlebih dahulu, tetapi mereka juga menolak memberikan datanya, karena berbagai alasan.

Pewarta: Roly Supriadi

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020