Kopiah Jangang Khas Kalsel

  • Senin, 5 Juli 2021 20:24

Pemilik toko online Gibranpc mengemas produk kopiah jangang miliknya yang siap dikirim ke sejumlah daerah Indonesia di Desa Margasari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (5/7/2021). Kopiah jangang yang berbahan baku akar dari tanaman hutan itu dijual dari harga Rp300 ribu hingga Rp2 juta tergantung tingkat kerapatan anyamannya serta telah menembus pasar ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Pemilik toko online Gibranpc menunjukkan produk kopiah jangang miliknya yang dipasarkan melalui platform digital di Desa Margasari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (5/7/2021). Kopiah jangang yang berbahan baku akar dari tanaman hutan itu dijual dari harga Rp300 ribu hingga Rp2 juta tergantung tingkat kerapatan anyamannya serta telah menembus pasar ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Perajin menunjukkan kopiah jangang di Desa Baringin B, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (5/7/2021). Kopiah jangang yang berbahan baku akar dari tanaman hutan itu dijual dari harga Rp300 ribu hingga Rp2 juta tergantung tingkat kerapatan anyamannya serta telah menembus pasar ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Perajin menyelasikan kopiah jangang di Desa Baringin B, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (5/7/2021). Kopiah jangang yang berbahan baku akar dari tanaman hutan itu dijual dari harga Rp300 ribu hingga Rp2 juta tergantung tingkat kerapatan anyamannya serta telah menembus pasar ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Perajin menyelasikan kopiah jangang di Desa Baringin B, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (5/7/2021). Kopiah jangang yang berbahan baku akar dari tanaman hutan itu dijual dari harga Rp300 ribu hingga Rp2 juta tergantung tingkat kerapatan anyamannya serta telah menembus pasar ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Perajin menyelasikan kopiah jangang di Desa Baringin B, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (5/7/2021). Kopiah jangang yang berbahan baku akar dari tanaman hutan itu dijual dari harga Rp300 ribu hingga Rp2 juta tergantung tingkat kerapatan anyamannya serta telah menembus pasar ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Berita Terkait