Penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2013 ini bisa ditekan setelah adanya gerakan penanggulangan penyakit tersebut.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, drg Diah Ratna Praswasti di sela-sela acara peresmian kantor perizinan dan dinas catatan sipil Kota Banjarmasin, di Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Kamis.

Kasus DBD selama tahun 2013 ini hanya 13 kasus, satu diantaranya meninggal, dibandingkan daerah kabupaten dan kota lain di Kalsel yang sudah ratusan kasus, berarti kasus di kota ini relatif sedikit, tambahnya.

Menurutnya pemberantasan DBD melalui Dinas Kesehatan setempat dengan menggelar gerakan penanggulangan penyakit menekan serangan penyakit yang ditimbulkan oleh media nyamuk tersebut,hal itu dilakukan karena wilayah ini termasuk rawan terhadap serangan penyakit tersebut.

Menurut Diah, gerakan penanggulangan DBD tersebut disebut Gebrak DBD, adalah sebuah gerakan pembasmian demam berdarah dengan cara memberantas lokasi-lokasi sarang nyamuk.

Gerakan ini digelar di ratusan titik menyebar di 52 kelurahan yang ada di wilayah kota berjuluk "kota seribu sungai" tersebut.

Upaya yang dilakukan melalui gerakan ini adalah memberikan bubuk ABT gratis kepada masyarakat agar masyarakat bisa memberikan bubuk itu untuk membasmi sarang nyamuk.

Selain itu juga dilakukan pengasapan (fogging) di wilayah potensi sarang nyamuk dianggap rawan DBD.

  Ia berharap pemberantasan penyakit DBD tak bisa hanya dilakukan pemerintah, harus ada keterlibatan masyarakat secara sama-sama memberantas sarang nyamuk melalui "3M" yakni menguras, menutup tempat air, serta mengubur barang bekas.
  


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026