Industri semen merk Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk Tarjun, di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, membuka pelatihan keterampilan industri rumah tangga bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desa binaanya.

Head CSR Indocement Pabrik Tarjun, Yanuar Arif, di Kotabaru, Selasa, mengatakan, membantu masyarakat di desa binaan agar bisa meningkatkan kesejahteraanya, Indocement membuka pelatihan pembuatan kue dan roti.

Pelatihan pembuatan roti dan kue tersebut diikuti sekitar 40 orang perempuan yang berasal dari desa binaan, yakni, Desa Sungai Kupang, Desa Sidomulyo, Desa Cantung Kiri Hilir serta desa-desa sekitar lainnya.

Dengan keterampilan membuat roti dan kue, para ibu rumah tangga diharapkan bisa membantu perekonomian rumah tangganya.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan dari digelarnya pelatihan UMKM ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan, dan terciptanya lapangan usaha baru.

Sesuai dengan pilar pendidikan dan pembangunan ekonomi, Indocement membuka pelatihan pembuatan roti dan kue.

Dia berharap, pelatihan membuat roti dan kue itu nantinya berguna bagi usaha rumah tangga masyarakat desa binaan, sebagai program Coorporate Social Responsibility (CSR).

Yanuar menegaskan, Indocement komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa binaan.

Komitmen tersebut salah satunya menciptakan unit-unit Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di bidang kerajinan serta aplikasinya kepada desa-desa binaan sekitar operasional pabrik untuk dikembangkan.

Instruktur pelatihan, Syafik Sofia, menjelaskan, selain melatih membuat roti dan kue, peserta juga dilatih proses kemasan dan manajemen pemasaran.

"Pemasaran roti dan kue tidaklah sulit, karena penganan hasil kerajinan lokal ini cukup diminati di pasaran," ujarnya.

Tergantung pasar mana yang akan dibidik, produksi roti dan kue tinggal menyesuaikan saja.

Roti hasil kerajinan para ibu rumah tangga di desa binaan ini cocok dipasarkan, di perkantoran, kegiatan-kegiatan pemerintahan dan perusahaan, toko makanan serta warung-warung kecil.

Seorang peserta, Rinawati dari Desa Sungai Kupang, mengatakan, pihaknya cukup beruntung karena diberi kesempatan untuk latihan membuat roti dan kue.

Pelatihan tersebut, menurut peserta sangat sesuai dengan kondisi mereka, karena mudah dimengerti, dipahami, serta mudah dipraktekan.

"Terlebih selama pelatihan dua hari ini, banyak praktek daripada teori," terangnya.

Ia juga berharap, dengan memiliki ketrampilan ini, bisa menjadi usaha tambahan untuk biaya rumah tangga.







Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026