Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin Kalimantan Selatan, berusaha mewujudkan pembangunan Jembatan Sungai Jingah yang melintas Sungai Martapura, menghubungkan Sungai Jingah dan Sungai Bilu untuk menekan kemacetan di kota tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin HM Amin MT, kepada wartawan di balaikota Banjarmasin, Jumat mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengajukan usulan pembangunan Jembatan Sungai Jingah itu kepemerintah pusat sejak 2012 lalu.

"Keinginan mewujudkan jembatan menyeberangi Sungai Martapura pusat Kota Banjarmasin tersebut sudah diajukan melewati Pemprov Kalsel," ujarnya.

Tetapi hingga saat ini, belum ada informasi kelanjutannya mengenai keinginan tersebut namun diharap pada 2013 ini memperoleh respon positif, sebab keberadaan jembatan tersebut begitu vital guna memecahkan kemacetan di jalan Sulawesi kian waktu terus kian parah saja.

Bagaimanapun, kata Amin, Pemkot tidak mungkin dapat membangun jembatan besar itu dengan anggaran sendiri melalui APBD, sebab memerlukan anggaran sangat besar.

"Memang kalau pembangunan jembatan-jembatan sebesar semacam itu tidak ada yang dibiayai Pemerintah Kota , semuanya berasal dari pemerintah pusat," ungkapnya.

Namun, kata Amin, dalam usulan pembuatan jembatan sungai Bilu-Jingah ini, menonjolkan nilai seni yang dapat mencerminkan ciri khas kota ini.

Desainnya bisa seperti jembatan kabel tarik, melengkung atau seperti jembatan layang.

Ada tiga tempat alternatif menempatkan posisi jembatan tersebut yakni, di dua lokasi di sekitar kelurahan Kampung Melayu, dan satu lokasi lagi di sekitar simpang Sungai Bilu.

Ditambahnya lagi, proyek jembatan ini bisa sepanjang 125 meter dan lebar 9 meter atau ukurannya hampir sama dengan jembatan Benua Anyar.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026