Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah menyatakan, pihaknya akan mencoba memperjuangkan anggaran secara khusus untuk pembinaan paralimpic (atlet penyandang cacat) di provinsi tersebut.


"Tanpa mengurangi peran dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) provinsi setempat, kita akan coba perjuangkan anggaran khusus paralimpic," dalam percakapan dengan wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel, di Banjarmaisn, Selasa.

"Karena kalau saya tidak keliru, selama ini belum ada anggaran khusus untuk paralimpic, yang ada buat kegiatan/pembinaan olahraga secara umum, yang pengelolaannya antara lain melalui KONI Kalsel, ujarnya.

Keinginan politisi senior Partai Golkar itu memperjuangkan anggaran khusus paralimpic Kalsel tersebut, setelah melihat prestasi atlet penyandang masalah kecatatan asal provinsinya pada Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) XIV Tahun 2012.

"Sebagai apresiasi terhadap prestasi paralimpic Kalsel dalam ajang Peparnas XIV di Pekanbaru, Riau, maka saya kira tidak salah kalau kita menyediakan anggaran khusus untuk mereka," lanjut pensiunan perwira menengah TNI-AD berpangkat terakhir kolonel infantri itu.

Mantan Kasrem Paju Panjung Kalteng itu, mengaku bangga atas prestasi paralimpic asal provinsinya yang berhasil masuk sepuluh besar pada Peparnas XIV, dan bahkan berada diurutan kelima.

"Prestasi yang diraih paralimpic kita itu diharapakan dapat menjadi pengobat atas kegagalan kontingen Kalsel di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, yang juga digelar di Pekanbaru bulan lalu," katanya.

"Bukan cuma sebagai obat, tapi juga menjadi motivasi bagi atlet Kalsel yang kondisi fisiknya jauh lebih sempurna dari paralimpic," lanjut mantan Komandan Kodim 1007 Banjarmasin di Tahun 1993 itu.

Oleh sebab itu sewajarnya pula paralimpic berprestasi tersebut mendapatkan perhatian dan penghargaan dari pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel, karena ikut mengangkat nama daerah, demikian Nasib Alamsyah.

Dalam Peparnas XIV di "Bumi Adat Melayu" Riau, paralimpic Kalsel ditarget masuk sepuluh besar, dengan perolehan 10 medali emas, namun kenyataannya mampu mempersembahkan 24 medali emas, ditambah perak dan medali perunggu.

Paralimpic Kalsel yang berlaga dalam Peparnas XIV tersebut hanya 43 orang, mengikuti delapan cabang olahraga (cabor), yaitu atletik, renang, futsal, bulutangkis dan panahanan.

  Selain itu, cabor catur, angkat berat dan tenis meja, kecuali bolling dan tenis lapangan yang tak diikuti paralimpic Kalsel/SHN/D./ 














: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026