Anak usia sekolah menjadi target dari Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk memasyarakatkan gerakan makan ikan yang menjadi sumber protein.


Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Pariyati, Selasa, mengatakan, terbukti di beberapa negara maju seperti, Jepang, dengan membiasakan menkonsumsi ikan mampu meningkatkan kecerdasan manusia.

"Dari berbagai sumber makanan baik hewani maupun nabati hanya ikan yang sangat jelas berdasarkan hasil riset dan penelitian terbukti mampu meningkatkan daya kecerdasan anak" ujarnya.

Program gerakan pemasyarakatan makan ikan diarahkan ke sekolah-sekolah, khususnya sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

Pada 2012, SDN 4 Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah menjadi tempat dilaksanakannya Kegiatan Gemar Ikan yang dibuka Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Kalimantan Selatan DR. Ir. H Isra beberapa hari lalu.

Setiap tahun Dinas Perikanan dan Peternakan HSU melaksanakan kegiatan sosialisasi ke sekolah diantaranya, sosialisasikan manfaat konsumsi ikan dan tehnik pengolahan makanan berbahan daging ikan.

"Karena anak-anak biasanya kurang suka mengkonsumsi ikan maka perlu tehnik pengolahan makanan berbahan ikan yang disukai anak-anak," jelas Pariyati.

Kesukaan anak seperti makan bakso, nugget dan cemilan bisa disiasati para orang tua yang ingin memberikan asupan makanan ikan kepada buah hati mereka dengan mengolah atau mencampurkan bahan daging ikan menjadi bakso, nugget dan cemilan seperti kerupuk ikan dan sebagainya.

Muai TK penerus pembangunan, harus dibiasakan menyukai konsumsi daging ikan untuk memacu tingkat kecerdasan otak mereka, sehingga turut membantu meningkatkan prestasi mereka di sekolah.

Meski Kabupaten Hulu Sungai Utara termasuk gudangnya ikan segar, namun menurut Pariyari hal itu bukan jaminan anak-anak didaerah ini banyak yang suka makan ikan jika para orang tua tidak bisa cara mengolahnya.

Melalui program gemar ikan ini Dinas Perikanan mensosialisasikan tehnik pengolahan makanan berbahan gading ikan kepada orang tua wali siswa khususnya dan para guru yang hadir.

Secara nasional, Kementerian Perikanan dan Kelautan mentargetkan konsumsi ikan bisa mencapai 4 kilogram perkapita perorang dalam satu tahun.

Sedangkan untuk Propinsi Kalimantan Selatan sudah cukup tinggi memenuhi target tersebut yakni rata-rata mencapai 3,5 kilogram.

"Dibanding negara maju seperti Jepang yang sudah mencapai 6 kilogram perkapita maka target kita tentu masih jauh dari Jepang namun dalam hal target nasional Kalsel sudah cukup tinggi," urainya.

Namun Pariyati menolak jika masalah kekurangan gizi termasuk kasus gizi buruk menunjukan kurangnya masyarakat dalam mengkonsumsi ikan sebagai penyebabnya karena banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kasus gizi buruk.

"Kasus gizi buruk tidak hanya karena faktor kurang makan ikan, karena mengkonsumsi ikan relevansinya lebih kepada peningkatan kecerdasan" kilahnya.

Selama ini Dinas Perikanan terus mendorong segala aktivitas usaha perikanan dikalangan tani nelayan agar tersedia produk ikan segar yang melimpah sehingga bisa diperoleh masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Khusus di Hulu Sungai Utara yang terdiri atas daerah perairan rawa, maka upaya budi daya ikan juga di dorong melalui pembuatan budi daya kolam yang saat ini mulai berkembang pesat di Kecamatan Haur Gading yang mampu menaingkatkan taraf hidup tani nelayan setempat.

Namun dalam upaya budi daya ikan, menurut Pariyati tetap harus disertai upaya gerakkan gemar ikan ini secara berkesinambungan karena kegemaran masyarakat mengkonsumsi ikan akan berkaitan dengan upaya peningkatan budi daya ikan di kalangan nelayan.

  "Jika masyarakat makin gemar makan ikan secara otomatis akan mendorong permintaan yang tinggi terhadap penyediaan ikan sehingga merangsang berkembangnya usaha perikanan di tengah masyarakat" pungkas Pariyati/D.
(T.I022/B/H005/H005) 25-09-2012 18:08:39


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026