Sudah saatnya lokasi bangunan megah siring Sungai Martapura Kota Banjarmasin Kalimantan selatan yang kini menjadi objek wisata dijaga petugas keamanan (security).

Petugas keamanan tersebut tak hanya menjaga ketertiban dan kemanan pengunjung juga untuk menjaga aset berharga Kota Banjarmasin sebagai bentuk kelangsungan normalisasi sungai, kata Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Drainase Kota Banjarmasin Ir Muryanta, Minggu.

Ia mengakui, memang belum ada satupun penjaga yang ditugaskan khusus mengawasi siring tersebut,oleh karena itu kedepannya persoalan tersebut perlu difikirkan.

Objek tersebut perlu dipelihara karena menjadi daya pikat tarik wisata, apalagi siring tersebut dalam pembangunnnya menghabiskan dana APBD dan APBN hingga puluhan miliar rupiah.

Petugas bisa melakukan penjagaan terhadap oknum masyarakat yang ingin merusak lokasi tersebut atau pencuri peralatan bangunan atau peralatan lampu hias, pagar, dan lainnya.

Dijelaskannya, di Kota Banjarmasin sekarang ini sudah memiliki empat lokasi siring sungai yang kesemuanya sudah dilengkapi dengan taman-taman kota,lampu hias, dan fasilitas lainnya.

Keempat lokasi dimaksud adalah siring jalan Sudirman atau depan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin, siring jalan KP Piere Tendean, siring jalan Ujung Murung atau belakang pasar Ujung Murung, serta siring jalan RE Martadinata atau depan kantor Walikota.

"Sebagian siring-siring itukan terus dibangun dan diperpanjang, berbagai fasilitas penunjangya juga kita penuhi," kata Muryanta.C


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026