Energi kelistrikan di Provinsi Kalimantan Selatan belakangan ini dinilai menunjukan kemajuan.

Penilaian kemajuan ini dari Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel H Puar Junaidi, di Banjarmasin, Kamis.

Sebagai indikator kemajuan tersebut, lanjut Ketua Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi yakni penambahan daya listrik terus berlanjut.

"Contohnya, Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut (Tala) Kalsel, dari dua unit pembangkit, kini sudah terbangun empat unit," ujarnya.

Selain itu, program penambahan setuja sambungan baru bagi rumah tangga dengan daya terpasang maksimal 900 Watt, lanjut politisi senior Partai Golkar tersebut.

Indikator lain, kini di wilayah Kalsel tidak ada lagi pemadaman listrik secara bergilir, terutama saat beban puncak, yaitu antara pukul 18.00 - 22.00 Wita.

Sebagai contoh dalam dua pekan memasuki bulan puasa Ramadhan 1433 Hijriah, penerangan listrik dari PLN di wilayah Kalsel relatif normal, dan kalaupun terjadi padam, karena faktor alam.

"Keadaan tersebut menunjukan ketersediaan daya listrik di Kalsel relatif cukup, terutama untuk keperluan masyarakat umum atau kebutuhan rumah tangga," tandasnya.

"Apalagi kalau pembangunan PLTU di Pulang Pisau Kalimantan Tengah, rampung dan operasional, maka ketersediaan daya listrik pada dua wilayah provinsi bertetangga tersebut relatif tak masalah," demikian Puar.

Pada kesempatan terpisah pihak manajemen PT PLN Wilayah Kalselteng menyatakan, pembangunan pembangkit unit IV PLTU Asam-Asam (125 Km timur Banjarmasin) sudah rampung.

Ia berharap, pada Tahun 2012 ini pembangkit unit IV PLTU Asam-Asam dengan kapasitas terpasang 65 Mega Watt (MW) bisa beroperais dan masuk jaringan.

Menurut rencana, PLTU Asam-Asam tersebut memiliki tujuh unit pembangkit dan yang sudah operasional/masuk jaringan unit I, II dan III dengan kapasitas terpasang masing-masing 65 MW.

Namun untuk pembangkit unit III PLTU Asam-Asam yang baru operasi/masuk jaringan dekat penghujung Tahun 2011 itu, pemanfaatan dayanya belum 100 persen.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026