"Tapi mari kita memandang perbedaan itu sebagai suatu rahmat," ajaknya pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin ketuanya Nasib Alamsyah, di Banjarmasin, Selasa.
"Dengan adanya perbedaan tersebut merupakan ujian bagi kita untuk dapat saling menghormati," lanjutnya dalam rapat paripurna yang juga lengkap dihadiri tiga wakil ketua DPRD Kalsel itu.
Ajakan orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel itu, berkaitan dengan kemungkinan sebagian umat Islam memulai puasa Ramadhan 1433 Hijriah lebih awal atau agak lambat dari tanggal yang ditentukan pemerintah berdasarkan sidang isbat.
Gubernur Kalsel yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan tingkat provinsi tersebut mengajak pula kepada sesama muslim, untuk mempersiapkan diri menyambut bulan puasa Ramadhan.
Selain itu, bertekad untuk menjalan ibadah puasa dan ibadah utama lainnya di bulan yang penuh rahmat, berkah dan manghfirah (Ramadhan) dengan sepenuh hati.
"Dengan persiapan serta tekad tersebut, kita berharap Ramadhan tahun ini insya Allah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, demikian Rudy Ariffin.
Rapat paripurna DPRD Kalsel itu sendiri, dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Raperda Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD-P) 2012 provinsi tersebut.
Sementara kaum muslim yang ikut organisasi kemasyarakat Muhammadiyah, sudah memastikan diri, mereka melaksanakan awal puasa Ramadhan 1433 H bertepatan dengan 20 Juli 2012.
Sedangkan organisasi/komunitas kemasyarakatan keagamaan Islam lain, seperti kaum nahdiyin atau Nahdatul Ulama (NU) memperkirakan awal puasa Ramadhan 1433 H pada 21 Juli 2012 atau menunggu ketetapan pemerintah berdasarkan hasil sidang isbat.
Sidang isbat, sebuah permusyawaratan kaum muslim dalam menentukan awal dan akhir bulan kamariah, seperti Ramadhan dan Syawal, menurut kalender hijriah. /D
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.