Pekebun di Kalimantan Selatan mengharapkan guyuran hujan, guna menyegarkan dan mempercepat perkembangan pertumbuhan tanaman sayuran yang mereka kebunkan.

"Kita berharap dalam satu atau dua hari ke depan, dan setidaknya dalam sepekan mendatang ada turun hujan," ujar Dewi, seorang pemilik kebun jagung, mentimun dan pari, Minggu.

Pasalnya, lanjut wanita muda itu, kalau tidak turun hujan dikhawatirkan tanaman perkebunan tersebut bisa mengering, sebab tanahnya sudah kering, karena panas terik matahari.

"Dalam sepuluh hari terakhir atau sejak awal bulan puasa Ramadhan 1433 Hijriah hampir tak ada sirman air hujan, kecuali panas teriknya matahari, sehingga membuat tanah kebun mengering," tuturnya.

Oleh sebab itu, untuk menjaga agar tanaman sayuran jangan sampai mengering atau mati, maka mau tidak mau harus dilakukan penyiraman secara manual, minimal sekali dalam sehari.

"Kalau hari panas melakukan penyiraman kebun dengan cara manaul terus menerus hingga berbuah, cape juga. Karenanya berharap sekali-sekali turun hujan sebagai penolong menyiram tanaman," ujarnya.

Keluarga Dewi tampak gembira melihat tanaman jenis sayuran yang sudah mulai memperlihatkan buah, seperti tomat, lombok hijau, mentimun dan pari.

Karenanya pula keluarga tersebut, selain berharap siraman hujan, usaha kebun yang mereka lakukan pertama kali itu juga tidak mendapat gangguan hama dan penyakit tanaman.

Oleh karena itu, guna mencegah dan menanggulangi gangguan hama dan penyakit tanaman, terpaksa dilakukan penyemprotan dengan pestisida terhadap sayuran tersebut.

"Sebenarnya kita mau berkebun secara organik, tanpa menggunakan pestisida, tapi karena serang belalang dan walang sangit, maka terpaksa dilakukan penyemprotan dengan obat pembasmi hama tersebut," demikian Dewi.

Harapan senada dari Ny Rifan, warga Banjarbaru (35 Km utara Banjarmasin) seraya menambahkan, kalau tak turun hujan sumur-sumur bisa kering.

"Sebab dengan tidak turuh hujan sejak sepuluh hari terakhir ini, sumur-sumur untuk keperluan rumah tangga, airnya mulai dangkal dan mengering," katanya./C



Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026