Produktivitas padi di sentra persawahan sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada musim panen tahun ini meningkat.


Sebagaimana penuturan Fauzi, warga tani di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Selasa, hasil panen sawah orang tuanya tahun ini mencapai 10 blek (kaleng isi 20 liter) per borong.

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, hasil panen padi sawah tahun ini meningkat sekitar dua blek," ujar dalam percakapan dengan ANTARA Kalsel.

"Meningkatnya produktivitas tersebut, seiring dengan kondisi cuaca, yakni saat padi sedang mulai berbuah hingga menjelang panen masih turun hujan," lanjut pria berkumis yang akrab disapa Ifau itu.

Berbeda dengan tahun lalu, ungkapnya, keadaan cuaca keburu musim panas pada saat padi mulai berbuah, sehingga buahnya banyak yang hampa.

Namun awal musim panen tahun ini, seperti petani di wilayah Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, kesulitan mencari tenaga kerja untuk memanen padi yang sudah menguning.

Oleh karenanya diantara rumpun padi yang sudah menguning itu ada yang "jipuk" (roboh karena sudah mendekati daluarsa/mengering), ungkap pria yang juga aktif bekerja di media massa.

Pasalnya, awal musim panen di wilayah Banjar tahun ini bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan 1433 Hijriah, sehingga pekerja yang biasanya dari daerah hulu sungai atau "Benua Enam" Kalsel, untuk turut memanen, malas datang.

"Kita berharap habis lebaran Idul Fitri 1433 H, warga hulu sungai yang biasanya membantu memanen padi tersebut bisa datang. Karena buah padi sawah semakin banyak menguning," demikian Ifau.

Sementara itu, harga gabah (padi) di kawasan panen tersebut belakangan agak murah dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu hanya sekitar Rp40.000/blek, untuk kualitas medium, seperti siam unus.

  Padahal sebelum musim panen, harga padi jenis siam unus tersebut mencapai Rp50.000/blek, tambah Junai, warga Kertak Hanyar atau Km7 Banjarmasin./Shn/D.


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026