Warga Kota Banjarbaru dan Martapura terancam kesulitan air bersih dalam waktu dekat akibat dilaksanakannya pemeliharaan rutin saluran primer irigasi Riam Kanan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Irigasi Riam Kanan M Ikhsan, di Banjarbaru Rabu, mengatakan, akibat pemeliharaan itu, pihaknya harus mengurangi ketinggian air di bendungan untuk membersihkan gulma.

Menurutnya, dampak pengurangan ketinggian air tersebut akan mengganggu pelayanan air bersih/minum PDAM Intan Banjar selama satu sampai dua hari.

"Pembersihan tersebut harus tetap dilaksanakan untuk menjaga kelancaran penyediaan air minum juga pengairan air untuk ke sawah pada msim tanam," katanya.

Pmbersihan kata Ikhsan bakal dilaksanakan pada 7 sampai 19 Juli 2012, berdasarkan surat Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Nomor : 09/Adm.RK/SKPD-TP/2012.

Adapun, daerah yang terkena dampak pemeliharaan tersebut adalah Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Guntung Payung, Guntung Manggis, Sei Ulin, Sungai Besar, Cempaka, Trikora, Martapura Kota, Dalam Pagar, Telok Selong, dan sekitarnya.

Kepala Bagian Umum PDAM Intan Banjar Rahmat Setiawan, mengatakan, PDAM Intan Banjar telah memiliki program penanganan gangguan pengeringan irigasi, yakni dalam jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

Pengeringan jangka pendek, kata dia, akan membendung aliran air dengan karung berisi pasir untuk meninggikan permukaan air dan menyediakan mobil tangki air bagi masyarakat dengan tarif jual berdasarkan zona pelayanan.

Zona I (Banjarbaru Kota - Martapura Kota) dikenai tarif Rp100.000/tangki, Zona II (Landasan Ulin, Gambut, Astambul, Matraman) Rp140.000/tangki, Zona III (Kertak Hanyar, Sei Tabk, Martapura Barat) Rp185.000/tangki, dan Zona IV (Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Tatah Makmur, Simpang Empat, Pengaron) Rp215.000/tangki

Jangka menengah PDAM Intan Banjar berencana membuat bak prasedimentasi/penampungan air baku dan Uprating Water Treatment Plant (WTP) Instalasi Pengolahan Air II di Pinus dengan kapasitas 50 liter/detik.

Sedangkan upaya jangka panjang adalah mengambil air baku dari bendungan Karang Intan yang diprediksi membutuhkan biaya sekitar Rp 400 miliar dari APBN./C



: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026