Menurut Sekda di Banjarmasin Senin, agar budaya daerah tetap digemari oleh para generasi milineal tersebut, tentu perlu sentuhan inovatif dan kreatif dari seluruh pihak terkait, sehingga budaya daerah tetap mampu mengimbangi perkembangan budaya modern saat ini.
"Perlu kerja keras dari seluruh pihak terkait, agar budaya daerah bisa menjadi budaya yang bisa mengikuti perkembangan zaman, tanpa harus mengurangi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya tersebut," katanya.
Salah satu upaya mengenalkan kembali budaya daerah seperti permainan balogo, tarian daerah, kuliner dan lainnya, adalah dengan menggelar festival Pasar Terapung.
"Melalui festival ini, pemerintah bersama seluruh pihak terkait, ingin memunculkan berbagai kesenian dan budaya daerah, yang sebagian besar berada di pinggiran sungai," katanya.
Melalui festival ini, diharapkan budaya dan wisata daerah, akan semakin dicintai oleh masyarakat, terutama generasi muda.
Ke depan, tambah dia, diharapkan kegiatan tersebut bisa dikemas lebih baik lagi, lebih atraktif dan inovatif.
Sehingga, seluruh potensi yang ditampilkan, akan mampu membuat seluruh wisatawan yang datang, terutama dari luar daerah maupun mancanegara, bersedia tinggal lebih lama di Kalsel.
Selain itu, tambah dia, para wisatawan yang datang, rindu untuk kembali menyaksikan seluruh atraksi yang ditampilkan, dengan membawa seluruh sanak saudara dan teman-temannya.
"Membuat wisatawan betah dan ingin kembali ke Kalsel, adalah pekerjaan rumah yang tidak mudah dan perlu kreativitas yang tinggi dari seluruh pihak terkait," katanya.
Menurut Sekda, bila banyak wisatawan yang datang, dan tinggal lama di Kalsel, akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama UMKM.
Karena semakin lama wisatawan tinggal di daerah,akan semakin banyak uang yang dibelanjakan, sehingga ekonomi daerah bisa berputar sebagaimana yang diharapkan.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar festival budaya pasar terapung sebagai upaya untuk mengangkat wisata dan budaya yang bersumber dari kearifan lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Heriansyah mengatakan, festival Budaya Pasar Terapung dilaksanakan mulai 24-26 Agustus 2018 di depan ekskantor Gubernur Kalimantan Selatan Siring 0 Kilometer Banjarmasin.
Menurut Heriansyah, pada festival tersebut, ditampilkan kampung-kampung Banjar dari Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se Kalsel yang dibangun di sepanjang siring Sungai Martapura.
Di bantaran sungai, juga bisa disaksikan para pedagang tradisional yang berjualan di atas perahu atau kelotok sebagai ciri utama aktivitas jual beli budaya masyarakat Banjar.
Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran dan Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Kalsel, H Faisal menambahkan, festival Budaya Pasar Terapung 2018 bertema "Dari Pasar Terapung Kalimantan Selatan untuk Destinasi Wisata Indonesia."
Menurut dia, tema tersebut, memiliki makna bahwa Kalsel memiliki beragam pesona wisata yang layak menjadi kalender festival wisata nasional, terutama kearifan masyarakat lokal dalam mempertahankan budaya bahari khususnya kehidupan di atas perairan sungai.
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.