Aksi blokade Sungai Barito yang dilakukan masyarakat Banjarmasin Kalimantan Selatan bersama dengan Forum Peduli Banua membuat pengiriman batu bara dari daerah ini terhenti sementara.
     Selama aksi blokade yang dilakukan di bawah jembatan Barito dengan menggunakan ratusan kapal mesin tersebut berlangsung pada Sabtu sekitar pukul 11.00 Wita, tidak ada satupun tongkang yang melintas di sungai tersebut.
     Padahal berdasarkan keterangan dari Kepala Administrator Pelabuhan Banjarmasin Julianus The, dalam setiap harinya tidak kurang dari sepuluh tongkang melintas di sungai tersebut.
     Koordinator lapangan Forum Peduli Banua Berry Nahdian Furqon mengatakan, aksi tersebut merupakan salah satu sikap atau protes warga Kalsel terhadap ketidakadilan pemerintah pusat terhadap wilayah Kalsel.
     Menurut Berry, selama ini pemerintah pusat seakan menganaktirikan wilayah Kalsel, dalam beberapa hal baik itu pembangunan infrastruktur, dana bagi hasil hingga kuota BBM yang tidak mencukupi sesuai kebutuhan.
     "Padahal seluruh sumber daya alam Kalsel dikeruk untuk kepentingan nasional dan pemasukan devisa negara yang cukup besar," katanya.
     Ratusan aktivis yang terdiri atas belasan organisasi mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi lingkungan, melebur menjadi satu dalam aksi peduli banua.
     Ratusan warga yang menggunakan puluhan perahu motor (kelotok) memenuhi alur sungai Barito atau di kawasan Jembatan sungai Barito untuk menyampaikan aspirasi yang ditujukan kepada pemerintah pusat, Sabtu (26/5).
     Aksi blokade sungai Barito untuk menyetop pengiriman batu bara ke luar daerah dilakukan dengan menutup alur melalui puluhan kelotok yang berseliweran di atas sungai.
     Selain itu aksi juga dilakukan dengan membentangkan baliho dan spanduk tuntutan dari atas jembatan oleh mahasiswa pecinta alam.
     Gubernur Kalsel Rudy Ariffin yang datang ke lokasi dilaksanakannya aksi blokade mengatakan, blokade yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat tersebut merupakan aksi keprihatinan dan protes warga terhadap kebijakan pemerintah pusat.
     "Kita tidak bisa menghalang-halangi aksi yang dilakukan masyarakat, selama dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.
     Sebelumnya, pengusaha terkenal Kalsel H Sulaiman HB mengatakan, sebagai pengusaha pihaknya mendukung aksi protes masyarakat asalkan untuk kepentingan Kalsel dan masyarakat Banua.
     Namun dia berharap, aksi yang dilakukan tetap berdasarkan aturan dan koridor hukum yang telah ditetapkan.
     Tentang kerugian akibat aksi blokade tersebut, kata dia, cukup besar, karena usaha batu bara merupakan usaha padat modal dan padat risiko, sehingga bila ada gangguan sedikit saja imbasnya cukup besar.
     Selain kerugian materiil, kata dia, bila hambatan tersebut terjadi cukup lama, bisa mengurangi kepercayaan investor.


Pewarta: Herry Murdy Hermawan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026