isu yang dibahas pada dialog itu sangat krusial dalam rangka menghadapi bonus demografi yang didapat oleh Indonesia
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggara dialog kampus bertema "Membangun Pendidikan Tinggi dan Selamatkan Generasi Muda dari Pernikahan Dini dan Narkoba”.

Kegiatan itu merupakan salah satu agenda dari acara yang dilaksanakan oleh Koalisi Kependudukan yaitu Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan  Seminar Nasional 2018.

Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi menyampaikan bahwa isu yang dibahas pada dialog itu sangat krusial   dalam rangka menghadapi bonus demografi yang didapat oleh Indonesia.

Dialog Kampus itu menghadirkan pembicara dari berbagai sumber yaitu Plt Kepala BKKBN dr Sigit Priohutomo, Ketua Umum KK dr Sony Harry B Harmadi, Ketua KK Kota Banjarmasin dr Hj Siti Wasilah, Kepala BNN Provinsi Kalsel Brigjen Pol Drs Nixon Manurung, dan sebagai pembicara kunci Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti  Prof dr Ali Ghufron Mukti.

Dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, dialog membahas mengenai peningkatan kualitas penduduk yang harus terus ditingkatkan baik secara fisik, intelektual, keterampilan dan sosial.

Mengingat dunia tanpa batas sudah terjadi, semua informasi didapatkan dengan mudah hampir di seluruh belahan dunia yang mengakibatkan angka migrasi semakin tinggi terutama ke negara-negara yang mempunyai potensi seperti Indonesia.

Penyediaan infratsruktur sosial juga harus terus dilakukan agar berimbang dengan infrastruktur fisik maupun ekonomi.

Ali Ghufron Mukti menyampaikan, perguruan tinggi harus mengembangkan critical thinking, creativity, communication, dan collaboration untuk dapat bersaing di era Industri 4.0.

Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

"Pelayanan dari perguruan tinggi juga harus terus ditingkatkan, baik SDM maupun infrastruktur," paparnya.

Sementara dr Siti Wasilah mengatakan,  satu cara untuk meningkatkan kesehatan remaja adalah dengan menghindari pernikahan usia dini.

"Perkawinan anak dengan kehamilan dini berisiko tinggi karena si ibu masih dalam masa pertumbuhan sehingga terjadi perebutan gizi antara si ibu dengan janin," jelasnya.

Bahaya narkoba juga terus mengintai remaja di Indonesia. Untuk itu, Nixon Manurung menekankan bahwa pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab dari BNN saja, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama Bangsa Indonesia agar bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Pewarta: Firman
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026