(Antaranews.Kalsel/hms/ist/sjd)

Batulicin,  (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengoptimalkan lahan pertanian dengan memanfaatkan pematang sawah untuk ditanami jagung, kedelai, dan palawija.

Kepala Dinas Pertanian Tanah Bumbu Setia Budi, di Batulicin, Minggu mengatakan, tanaman jagung dan kedelai yang akan ditanam mengunakan bibit unggul yang sudah disediakan oleh pemerintah sebanyak 60 ton yang akan dibagikan kepada kelompok tani.

"Lahan dan sawah yang produktif di Tanah Bumbu mencapai 8.000 hektare, sedangkan untuk musin tanam dalam pemanfaatan pematang sawah baru lima hektare yang terealisasi," katanya.

Ia mengatakan, Dinas Pertanian Tanah Bumbu mentargetkan dari 8.000 hektare sawah yang sudah produktif agar bisa dioptimalkan pematang sawah untuk ditanami jagung dan kedelai.

Selama ini seluruh petani belum pernah menerapkan hal seperti itu, sehingga kami akan terus memberikan penyuluhan kepada kelompok tani untuk disampaikan kepada petani yang laian.

Menurut setia Budi, sistem ini kurang lebih menyerupai sistem tanam tumpang sari, dimana hal tersebut keuntungannya hampir sama yakni hemat biyaya dan cepat mendatangkan hasil saat panen tanpa harus menunggu peralihan musim tanam selanjutnya.

Saat para petani menanam padi seluruh pematang sawah yang ada bisa dimanfaatkan dengan ditanami jagung dan kedelai, masa siklus hidup jagung dan kedelai realatif lebih cepat dibandingkan dengan padi, sehingg sambil menunggu masa panen padi petani bisa menambah hasil panen dari jagung dan kedelai.

"Siklus hisup jagung dari tanam hingga panen antara 60 sampai 100 hari, siklus kedelai dipanen saat umur panenya secara optimal (masak) agar diperoleh mutu hasil yang baik dan produksi yang tinggi antara 75-90 hari, sedangkan untuk padi mencapai 110 -120 hari," paparnya.

Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026