Banjarbaru (ANTARA) - Kepolisian Resor Banjarbaru Polda Kalimantan Selatan, meresmikan dua unit Jembatan Merah Putih Presisi di Kelurahan Guntung Manggis sebagai upaya mendukung mobilitas sekaligus meningkatkan keselamatan warga.

 

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda meresmikan dua jembatan permanen yang menjadi bagian dari program "Jembatan Merah Putih Presisi untuk Negeri" di lokasi Kelurahan Guntung Manggis, Jumat.

 

"Kami bersyukur pembangunan dua jembatan yang dikerjakan gotong royong personel Polres Banjarbaru bersama masyarakat selama kurang lebih dua bulan selesai sehingga bisa digunakan masyarakat," ujar Pius.


Baca juga: Polres Banjarbaru ubah lahan tidur jadi kebun jagung dukung KPN
 

Disebutkan alumnus Akpol 2005 itu, dua jembatan yang dibangun berada di Jalan Al Junaid Ujung dan Jalan Pesantren Nurul Fikri menghubungkan wilayah Guntung Manggis dengan kawasan Guntung Paring.

 

Menurut Pius, pembangunan jembatan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait kondisi jembatan lama yang sudah tidak layak digunakan sehingga membahayakan keselamatan warga.

 

"Hasil survei Polsek dan anggota Bhabinkamtibmas, kondisi jembatan sebelumnya sangat memprihatinkan dan tidak aman dilintasi masyarakat bahkan ada warga yang mengalami kecelakaan saat melintas," ucap Pius.

 

Dikatakan, atas dasar kondisinya yang yang rusak dan tidak memadai maka dilakukan pembangunan baru dengan material beton sepanjang 8 meter dan lebar 2,4 meter yang selesai sekaligus menyambut Hari Bhayangkara ke-80.


Baca juga: Personel Polres Banjarbaru korve bersihkan Pasar Bauntung
 

"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya terkait sarana infrastruktur penunjang aktivitas sehari-hari bagi warga," ungkapnya.

 

Ketua RW 03 Kelurahan Guntung Manggis M Jarni Anshari, mengakui kondisi jembatan sebelumnya sangat memprihatinkan karena hanya berupa susunan beberapa batang beton yang menjadi akses penyeberangan.

 

"Pernah ada warga yang tercebur ke dalam sungai saat mengantar anak ke sekolah maupun saat menuju kebun tetapi sekarang sudah dibangunkan jembatan baru sehingga kami sangat mengapresiasinya," tutur Jarni.

 

Ditambahkan, keberadaan jembatan sangat penting karena sekitar 75 persen warga berprofesi sebagai petani sayur dan palawija sehingga sangat memerlukan akses yang lebih aman dan layak serta mendukung mobilitas masyarakat.

 

"Kehadiran jembatan yang sangat representatif ini membantu aktivitas sehari-hari masyarakat maupun pengangkutan panen sehingga distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih lancar," katanya.

 

 



Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026