Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin terus melakukan pembangunan IPAL jaringan air limbah.

 "Pada 2012, kami membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan jaringan sambungan rumah, baik yang berada di Sungai Andai maupun di Kelurahan Malkon Teman, Banjarmasin Utara," kata Direktur PD PAL Ir. Muhidin di Banjarmasin, Minggu.

Oleh karena itu, PD PAL menyosialiasikan pembangunan IPAL dan jaringan air limbah tersebut agar masyarakat mengerti dan memahami begitu pentingnya pembungan air limbah bagi lingkungan.

 Sosialisasi diikuti warga dari 23 RT Kelurahan Antasan Kecil Timur (AKT) dan Surgi Mukti Kecamatan, dua RT dari Malkon Teman, Tokoh Masyarakat, serta sejumlah aparat.

Muhidin menjelaskan membangun IPAL, baik sarana maupun prasarannya di Malkon Temon berkapasitas 2.000 meterkubik per hari yang akan mampu melayani 10.000 sambungan rumah di Kompleks Buana dan Melkon Temon.

Khusus bangunan IPAL di Sungai Andai yang berkapasistas 3000 meterkubik per hari, sudah diselesaikan pada tahun 2011. Sekarang ini, kata dia, tinggal membangun jaringan dan melakukan penyambungan pada tahun ini yang akan melayani 15.000 sambungan.

"Inilah tugas berat PD PAL yang saat ini sedang menggalakkan sosialisasi dengan harapan masyarakat bisa memahami untuk bisa menjadi pelanggan PD PAL ke depan agar bisa menekan pencemaran air limbah pemukiman," kata Muhidin.

Pada sosialisasi tersebut, Muhidin menerangkan pentingnya pengelolaan air limbah pemukiman yang tersentral untuk menjaga stabilitas lingkungan dalam hal pemeliharaan air baku sehingga kedepan tak lagi dengan sistim coblok tetapi sudah terpusat dengan pipa.

Bahkan, ujar Muhidin, khusus untuk pengendalianya, Pemerintah Kota Banjarmasin yang sudah menerapkan Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pengendalian dan Pengelolaan Air Limbah Banjarmasin.

 "Memang sejauh ini sistem pengelolaan air limbah pemukiman umum ataupun perumahan masih sangat sederhana. Malah banyak masyarakat yang lebih mudah dan menikmati dengan sistem coblok atau septik tank tanpa mengetahui akibat lingkungan yang memengaruhi terhadap kualitas air baku," tuturnya.

 Ia mencontohkan sistem coblok dengan septik tank tanam. Padahal dengan sistem tersebut air limbah masih mencemari air tanah yang juga mencemari hingga ke sungai lainnya./D/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026