Menurut Khairil di Banjarmasin, Senin eksploitasi tambang batu bara secara besar-besaran terbukti tidak memberikan dampak peningkatan kesejahteraan warga Kalsel tetapi justru merusak lingkungan dan sumber daya yang ada.
Dengan demikian, kata dia, ke depan perlu ada gebrakan pemanfaatan tambang batu bara untuk pengembangan industri daerah dan pengembangan energi listrik.
"Bahkan saya bercita-cita Kalsel akan menjadi penghasil listrik bukan hanya untuk wilayah Kalimatan tetapi juga Jawa," kata Kharil yang juga staf pimpinan PT PLN.
Kalsel memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil sumber daya listrik untuk Indonesia, khususnya Jawa yang pendistribusiannya bisa dilakukan melalui pembangunan kabel bawah laut.
Hal itu, kata Khairil, sangat mungkin dilakukan karena sesuai hitung-hitungan biaya angkut batu bara dari Kalsel kebeberapa PLTU di Jawa dengan biaya pembangunan kabel bawah laut tidak jauh berbeda.
Dengan demikian, kata dia, Kalsel tidak lagi menyuplai batu bara keprovinsi maupun kenegara lain tetapi menjadi daerah penyuplai listrik keseluruh Indonesia.
Mungkin hal tersebut terdengar mustahil dilakukan tetapi itu cukup nyata dan mungkin dilaksanakan tinggal sumber daya manusia dan keseriusan dukungan pemerintah.
Bila hal itu bisa dilaksanakan, kata dia, diyakini akan membawa efek ganda yang cukup besar bagi industri di Kalsel sehingga secara langsung bisa mendongkrak kesejahteraan warga.
Selain itu diyakini juga akan membuka lapangan kerja yang cukup luas karena yang bergerak bukan hanya industri sektor pertambangan juga industri kecil baik kerajinan, perdagangan, makanan dan lainnya juga lebih leluasa berkembang.
"Saya yakin bila hal tersebut bisa dilaksanakan kerusakan alam Kalsel bisa dikendalikan dengan baik," katanya.
Pada pemilihan umum kepala daeerah (Pilkada) Kalsel 2010, H. Khairil Wahyuni berpasangan dengan H. Alwi Sahlan kini Wakil Wali Kota Banjarmasin dan kader PKS melalui jalur perseorangan atau dukungan masyarakat langsung (independen).
Khawal satu-satunya pasangan cagub/cawagub Kalsel melalui jalur independen pada Pilkada Kalsel 2 Juni mendatang.
Pasangan yang resmi bertarung pada ajang Pilkada Kalsel selain Khawal yakni Sjachrani Mataja-Gusti Farid Hasan Aman yang didukung PAN dan PBR, Rudy Ariffin-Rudy Resnawan didukung PPP, Golkar dan Gerindra.
Kemudian Rosehan NB-Saiful Rasyid didukung PDIP, PBB dan sejumlah partai nonparlemen serta Zairullah Azhar-Aboe Bakar Al Habsyi didukung Demokrat, PKS, PKB dan sejumlah partai nonparlemen.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.