Korban banjir rob atau gelombang pasang di Desa Tengah, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Selasa (20/3), sampai saat ini belum mendapat bantuan dari pemerintah daerah.

Kepala Desa Tengah Jumaidi, Sabtu, mengatakan terdapat 12 rumah di desanya yang rusak akibat banjir rob, dan sampai saat ini mereka belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Masyarakat menunggu bantuan tersebut dari pemerintah daerah untuk meringankan beban mereka," katanya.

Menurut dia, tingkat kerusakan rumah warga bervariasi, mulai dari atap hilang hingga dinding rumah yang hancur.

Kerugian materil diperkirakan Rp1 juta-Rp4 juta per rumah.

"Karena belum ada bantuan, masyarakat terpaksa memperbaiki rumah dengan swadaya dan bergotong royong," ujarnya.

Sebagian warga yang rumahnya rusak berat, terpaksa menumpang di tempat kerabat terdekat, sanak saudara dan penduduk sekitar. Ia mengatakan, warga mengharapkan bantuan dari Pemkab Kotabaru segera direalisasikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru Tri Basuki Rachmad mengatakan, pihaknya masih kesulitan mendapatkan data dan akses dari Desa Tengah, Kecamatan Pulau Sembilan, sehingga belum dapat memberikan bantuan.

"Baru hari ini kami memperoleh datanya, mungkin dalam beberapa hari ke depan bantuan akan segera didistribusikan," kata Basuki.

 Ia mengatakan, untuk pergi ke lokasi pihaknya harus memikirkan terlebih dahulu karena cuaca sampai saat ini tidak mendukung. Waktu tempuh menuju Pulau Sembilan dengan cuaca sekarang lebih lama dari yang biasanya, sekitar 15 jam, sehingga harus menunda sampai cuaca membaik./C/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026