Kotabaru (ANTARA) - Bupati Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, H. M Rusli merespon cepat terhadap bencana alam abrasi air laut di RT 001 RW 001 Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan dengan menyalurkan bantuan bagi korban bencana.

"Para korban sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan yang bersangkutan juga sudah menerima bantuan kebutuhan dasar dari pemerintah daerah," kata Bupati Kotabaru di wakili Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru Hendra Indrayana, di Kotabaru, Jum'at.

Ia menjelaskan, bencana alam abrasi yang mengakibatkan unit rumah ukuran 5x12 meter dengan dinding kayu dan pondasi tiang roboh total ke arah laut terjadi pada Kamis 2 April sekitar Pukul 18.45 Wita.

Awalnya pada Rabu 1 April pemilik rumah mengetahui kondisi posisi rumah yang sudah semakin miring pada bagian pondasi belakang. Tidak lama kemudian, pondasi yang terbuat dari pasangan tiang pancang mulai turun amblas ke dalam tanah lumpur.

Pada Kamis, warga sekitar membantu mengevakuasi korban saat posisi rumah mulai miring , sehingga tidak ada korban jiwa dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp23 juta.

"Langkah selanjutnya yang kami ambil yakni melakukan koordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan agar warga yang bersangkutan mendapatkan bantuan perbaikan rumah," jelasnya.

Bantuan yang diserahkan berupa beras 10 kg, kecap tiga botol, kopi dan teh satu, sarden tiga kaleng, gelas, piring, sendok tikar, Kasur, hygiene kit satu paket, selimut, minyak goreng, gula dan mie instan.

Camat Kelumpang Selatan, Sugeng mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan BPBD Kotabaru atas respon cepat terhadap laporan bencana alam di Desa Pantai.

Baca juga: Kotabaru's 2027 development planning focuses on investment, infrastructure

"Desa Pantai merupakan daerah pesisir laut dan hampir 90 persen penduduknya tinggal di daerah tersebut, artinya memiliki risiko tinggi, terutama terkait bencana alam seperti banjir rob, abrasi pantai," tuturnya.



Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026