Sedikitnya 12 desa dari 19 desa yang tersebar di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dilanda banjir rob akibat naiknya permukaan air laut, Selasa petang.



Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Aluh-Aluh, Suharto di Martapura mengatakan, 12 desa yang terendam air pasang itu terletak di pesisir muara Sungai Barito yang berbatasan langsung dengan laut.

"Informasi yang kami terima, ketinggian air yang melanda 12 desa itu sejak pukul 16.30 Wita bervariasi antara 10 centimeter hingga satu meter termasuk jalan menuju kantor kecamatan juga terendam," ujarnya.

Disebutkan, 12 desa yang terendam air adalah Desa Sungai Musang, Bakambat, Labat Muara, Tanipah, Pulantan, Simpang Warga Dalam, Simpang Warga Luar, Pemurus, Podok, Aluh-Aluh Kecil Muara, Aluh-Aluh Besar, dan Kuin Besar.

Tiga desa lain yang berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin ibukota Provinsi Kalsel yakni Desa Terapu, Kuin Besar, dan Desa Kuin Kecil diperkirakan juga dilanda gelombang pasang air laut itu.

"Seluruh desa tersebut, posisinya di pesisir muara sungai sehingga begitu air laut pasang maka langsung terendam air yang datang tiba-tiba dari arah laut," ungkapnya.

Ia mengatakan, dari laporan warga, banjir yang terjadi akibat fenomena alam itu lebih parah dibanding kejadian serupa tahun 2007 lalu yang melanda sebagian besar desa di pesisir muara Sungai Barito tersebut.

Ia juga melaporkan belum menerima adanya korban jiwa akibat gelombang pasang itu, dan hanya mendapatkan laporan adanya satu rumah warga yang rusak dan dua buah jembatan yang putus.

"Satu jembatan putus dengan bentang 60 meter terletak di Desa Sungai Musang dan satu jembatan lagi dengan bentang 20 meter berada di Desa Aluh-Aluh Muara Kecil," sebutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Noor Sunarto mengatakan, pihaknya sudah menurunkan satu regu beranggotakan 8 orang petugas ke lokasi kejadian.

"Informasi mengenai dampak gelombang pasang belum saya terima tetapi satu regu petugas sudah terjun ke lokasi untuk memonitor kejadian dan perkembangan terkini," ujarnya dihubungi Senin malam.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Banjarbaru Miftahul Munir mengatakan, saat ini sedang terjadi angin kencang di beberapa wilayah Kalsel.

Kondisi tersebut mengakibatkan gelombang laut tinggi mencapai antara 3-4 meter sehingga sangat membahayakan bagi pelayaran maupun bagi nelayan.

"Saat ini sedang terjadi badai di Australia sehingga berimbas ke Indonesia terutama laut Jawa dan selat Makassar," katanya.B/C


Pewarta: uul
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026