"Keberadaan jembatan nanti diharapkan dapat mengurangi kecelakaan laut dan terisolasinya daerah di Kotabaru," kata Ketua DPRD Kotabaru H Alpidri Supian Noor MAP, Senin.
Bahkan, lanjut dia, desain jembatan sepanjang 3,5 km tersebut telah dipersiapkan sejak 2008.
Selama ini, kata Alpidri, pemerintah daerah beserta DPRD telah beberapa kali koordinasi ke Kementrian Kehutanan agar melepas sebagian rencana lokasi jembatn yang masuk dalam kawasan hutan cagar alam.
"Kita minta juga secepatnya," tandasnya.
Menurut dia, sangat lucu sekali, apabila pemindahan ibu kota Kabupaten Kotabaru ke Sebelimbingan yang tidak jauh lokasinya dengan rencana jembatan berada dalam kawasan cagar alam.
Rencananya pemerintah akan mengembangkan perluasan wilayah permukiman ke arah Sebelimbingan yang tidak jauh dari rencana lokasi jembatan Tanjung Ayun-Tarjun.
Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, mengemukakan, rencana pembangunan jembatan diprediksi Desember 2012.
"Dapat dipastikan pembangunan jembatan bisa dimulai sekitar Desember," tegasnya.
Sementara itu, jembatan Tanjung Ayun-Tarjun rencanana akan dibangun dengan dana sekitar Rp1 triliun lebih.
Dana tersebut murni hibah dari perusahaan konsorsium PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) ebagai konpensasi diberikannya izin pembangunan industri pengolahan baja dan perusahaan tambang biji besi dan batubara di Kotabaru./C/
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.