Pengembangan irigasi Riam Kanan di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan dari 6 ribu hektare menjadi 25 ribu hektare terkendala alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan.


Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin di Banjarmasin Rabu mengatakan, degradasi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan di Kabupaten Banjar dalam beberapa tahun terakhir terjadi cukup luar biasa.

Kondisi tersebut, kata Rudy, membuat lumbung pangan di daerah tersebut antara lain di Kecamatan Gambut hingga Sungai Tabuk sulit untuk dikembangkan, karena kalah dengan perkembangan perumahan.

"Bila sebagian besar lahan pertanian sudah menjadi kawasan perumahan akan sulit membangun saluran irigasi di lokasi tersebut karena nilai manfaatnya berkurang," katanya.

Berdasarkan hal tersebut, tambah dia, pemerintah pusat tidak mungkin  melanjutkan proyek pembangunan irigasi Riam Kanan yang awalnya diharapkan menjadi sentra pengembangan pangan di Kalsel.

Sedangkan untuk pengembangan irigasi di kabupaten lainnya seperti di bendung Pitap dan lainnya, kini sudah hampir selesai dan bisa segera dimanfaatkan.

Mencegah terjadinya alih fungsi lahan yang lebih luas, Gubernur berharap pemerintah kota dan kabupaten di Kalsel lebih tegas dalam melaksanakan peraturan sebagaimana yang ditentukan.

Kepala Dinas Pertanian Kalsel Sriyono mengatakan, sesuai rencana awal irigasi Riam Kanan didesain untuk mengairi lahan seluas 25 ribu hektar namun kini baru mampu mengairi sawah seluas 6 ribu hektare.

Begitu juga dengan folder Alabio awalnya didesain untuk bisa mengairi sawah hingga 6 ribu hektare namun karena pembangunannya belum selesai sepenuhnya kini baru mampu mengairi 2 ribu hektare.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalsel Arsyadi mengatakan, kalaupun pembangunan irigasi Riam Kanan harus dilanjutkan, akan berfungsi untuk meningkatkan kapasitas produksi padi dari yang ada saat ini.

Menurut Arsyadi, bila saat ini panen di sekitar Riam Kanan hanya bisa satu kali dengan pengembangan irigasi tersebut bisa ditingkatkan menjadi dua kali begitu juga dengan produksinya bisa ditingkatkan menjadi dua hingga empat kalilipat.

"Namun sepertinya pemerintah pusat berat untuk melanjutkan pembangunan irigasi Riam Kanan, dan lebih fokus membangun irigasi di daerah lain seperti di Tapin atau Hulu Sungai Selatan," katanya./B/




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026