Menurut Gubernur Kalsel di Banjarmasin, Selasa, pemerintah provinsi telah beberapa kali mengirimkan surat ke pemerintah pusat agar kuota subisidi BBM Kalsel ditambah karena butuhan masyarakat Kalsel yang semakin meningkat.
Namun, kata dia, hingga kini surat tersebut belum mendapatkan jawaban apakah akan ada penambahan kuota BBM bersubsidi apa tidak.
"Saya yakin dijawab maupun tidak surat tersebut, pemerintah pasti tidak akan membiarkan daerah kekurangan BBM, sehingga masyarakat tidak perlu resah, kita percayakan saja ke Pertamina," katanya.
Humas Pertamina Regional Kalimantan wilayah Kalimantan Tengah dan Kalsel Bambang Irianto mengatakan, hingga kini pihaknya belum memiliki data pasti berapa kebutuhan BBM baik itu premium, solar dan minyak tanah masyarakat Kalsel.
Namun kata dia, dalam setiap harinya, Pertamina Kalsel mendistribusikan BBM terutama premium antara 800 kiloliter hingga 1.200 kiloliter.
Tentang penambangan kuota BBM, kata dia, hingga kini belum ada keputusan dari Pertamina pusat agar kuota subsidi BBM Kalsel ditambah.
"Namun yang pasti kita akan tetap mendistribusikan BBM tersebut hingga akhir tahun sesuai dengan kuota yang ditetapkan perhari, sehingga tidak ada persoalan berarti," katanya.
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata dia, Pertamina memperketat pengawasan terhadap SPBU yang melayani kebutuhan BBM untuk industri, termasuk pembelian melalui jerigen.
Menurut dia, pertamina telah melakukan teguran terhadap beberapa SPBU terutama kepada operator pengisian BBM, baik itu teguran tertulis hingga sanksi administratif.
Bahkan, kata dia, kalau perlu pemecatan hingga penutupan SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran.
Di Kalsel kata dia, terdapat sekitar 70 SPBU yang tersebar pada 13 kabupaten dan kota.
Selain itu, juga terdapat APMS yang melayani BBM non subsidi atau untuk industri baik untuk tambang maupun perkebunan.
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.