Pemerintah Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perikanan setempat, memberikan bonus uang kepada kelompok tani yang berhasil menangkap hama tikus.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perikanan (PTPHPP) setempat, Ruskariadi melalui Kepala Bidang Pertanian, Haryono di Paringin, ibu kota Balangan, Rabu, mengatakan insentif diberikan sebesar Rp1 ribu per satu ekor tikus.
"Pemberian insentif itu merupakan bagian dari program gropyokan atau pembasmian hama tikus secara massal dimana setiap satu ekor tikus yang berhasil di basmi kita berikan intensif," ujarnya.
Program gropyokan dilaksanakan pemerintah daerah setempat untuk mendukung upaya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.
Hama tikus, ujarnya, merupakan pengganggu tanaman yang sangat merugikan petani karena memiliki daya rusak yang besar.
"Tikus mampu berkembang biak mencapai 1.200 ekor pertahun dan mampu bermigrasi dengan radius yang cukup jauh sehingga bila tidak di basmi akan sangat merugikan karena berpengaruh langsung pada tingkat produksi pertanian," katanya.
Gropyokan merupakan cara tradisional petani untuk memberantas hama tikus, tetapi dipandang effektif dan murah meriah dengan hasil yang nyata.
Ia menambahkan, selain dengan gropyokan juga dilakukan penanganan hama tikus melalui cara modern seperti pengasapan dan pemberian racun.
"Untuk penanganan hama tikus secara modern, dilakukan melalui kegiatan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pra Tanam dan pelaksanaan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT)," tambahnya.
Hingga 2014 mendatang, pemerintah menargetkan Indonesia mampu meningkatkan produksi padi sebanyak 40 juta ton dan khusus untuk Balangan mampu meningkatkan produksi padi hingga 123.695 ton.
Karena itulah, sangat perlu dilakukan langkah-langkah dan pelaksanaan program yang dapat menunjang peningkatan produksi serta produktivitas pertanian.
Dimana salah satunya adalah melalui program gropyokan yang disertai pemberian insentif untuk memotivasi petani dalam pemberantasan hama tikus, demikian Haryono./nadi/D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.