Tanjung (ANTARA) - Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus sasar sekitar 200 hektare lahan pertanian di Desa Jirak Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan
untuk mengantisipasi serangan tikus pada musim tanam tahun 2026.
Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong Dony Tugas Prasetyo mengatakan, kegiatan ini upaya pengendalian populasi hama tikus yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian masyarakat.
"Kami berharap serangan OPT tikus dapat ditekan sedini mungkin sehingga hasil produksi pertanian, khususnya tanaman padi, tetap optimal dan ketahanan pangan daerah dapat terjaga," jelas Dony, Selasa.
Kegiatan ini melibatkan para petani, penyuluh pertanian, anggota Brigade proteksi, petugas POPT dan aparat desa.
Lahan pertanian di Desa Jirak merupakan wilayah endemik OPT tikus dan sering terjadi serangan pada musim tanam tahun sebelumnya
"Pengendalian OPT akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama, terpadu, dan berkelanjutan," tambah Dony.
Gerdal OPT tikus ini diikuti 80 orang termasuk kelompok tani, perwakilan
tim UPTD Balai Perlindungan TPH, Teguh Fitrianto, petugas POPT, brigade perlindungan kecamatan Kelua dan petugas brigade perlindungan Kecamatan Pugaan serta PPL.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026