Tanjung (ANTARA) - Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus sasar sekitar 200 hektare lahan pertanian di Desa Jirak Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan 
untuk mengantisipasi serangan tikus pada musim tanam tahun  2026.

Kepala UPTD  Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong Dony Tugas Prasetyo mengatakan, kegiatan ini  upaya pengendalian populasi hama tikus yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian masyarakat.

 

Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus sasar sekitar 200 hektare lahan pertanian di Desa Jirak Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan  untuk mengantisipasi serangan tikus pada musim tanam tahun  2026, Selasa (19/5/2026) . (ANTARA/HO-uptd bptph Tabalong)

"Kami berharap  serangan OPT tikus dapat ditekan sedini mungkin sehingga hasil produksi pertanian, khususnya tanaman padi, tetap optimal dan ketahanan pangan daerah dapat terjaga," jelas Dony, Selasa.

Kegiatan ini melibatkan para petani, penyuluh pertanian, anggota Brigade proteksi, petugas POPT dan aparat desa.   

Lahan pertanian di Desa Jirak merupakan  wilayah endemik OPT tikus dan sering terjadi serangan pada musim tanam tahun sebelumnya

"Pengendalian OPT akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama, terpadu, dan berkelanjutan," tambah Dony.

Gerdal OPT tikus ini diikuti  80 orang termasuk kelompok tani, perwakilan 
tim UPTD Balai Perlindungan TPH, Teguh Fitrianto, petugas POPT,  brigade perlindungan kecamatan Kelua dan petugas brigade perlindungan Kecamatan Pugaan serta PPL.
 



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026